Rabu, 13 November 2013

6 Jam Pertama Setelah Lahir


Masih ada kejutan, setelah Anda melewati 
1 jam pertama setelah persalinan. Ini adaptasi yang perlu Anda lakukan di 6 jam pertama setelah bayi lahir.  

2-3 jam setelah persalinan, Anda akan merasa lemas karena tenaga terkuras untuk melahirkan bayi. Saatnya mengisi perut. Biasanya rumah sakit akan menyediakan makanan lunak untuk dikonsumsi seperti bubur. Makanan ringan yang di makan pun sebaiknya lunak. Sebab sistem pencernaan masih perlu menyesuikan dengan tubuh Anda yang baru melahirkan.

3-4 jam setelah persalinan, Anda akan merasa tubuh lengket karena keringat. Saatnya Anda untuk mandi. Minta bantuan suami atau bidan saat  berjalan  kamar mandi. Saat itu Anda mungkin akan merasa sedikit goyah karena keletihan. Setelah mandi Anda akan merasa lebih segar. Saat ini Anda bisa mulai  mengenakan
bra menyusu dilapisi bantalan payudara agar ASI yang keluar tidak membasahi baju. Gunakan pembalut  menampung sisa cairan atau darah yang keluar dari vagina. Penting menjaga kebersihan organ genital untuk mencegah infeksi. 

5 jam setelah persalinan, Anda masih merasakan perih pada daerah kewanitaan,  tapi Anda harus buang air kecil. Rasa perih ini lama-lama  akan terasa lebih ringan. Pada saat-saat ini Anda mungkin belum terdorong untuk buang air besar. Tapi jika dalam tempo 2x24 jam pascapersalinan belum BAB, bicaralah kepada perawat atau dokter.

6 jam setelah persalinan, jika Anda merasa semua dalam kondisi baik dan tak ada keluhan, Anda akan dipindahkan dari ruang bersalin ke ruang rawat inap. Saat pindah Anda akan dibantu dengan kursi roda.  Cobalah untuk  mengendong bayi di pangkuan Anda. Namun beberapa rumah sakit tak mengharuskan ibu pindah kamar. Sebab di situ tersedia ruangan yang bisa berfungsi ganda, sebagai ruang bersalin dan sebagai ruang rawat inap.

Alamat Klinik:
Permata Mansion
Blok EE 3 No. 5 Sawangan - Depok
081298215588(SMS)
Follow us twitter @BidanGemilang

Selasa, 12 November 2013

Tanda-tanda kehamilan


Kehamilan tidak melulu ditandai oleh terlambatnya haid atau makin gendutnya perut. Masih ada tanda-tanda lainnya, lho .


Bercak merah jambu
·        Umumnya terjadi sekitar 8-10 hari setelah ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur). Terjadi karena benih tertanam (implantasi) di lapisan uterus (rahim).
·        Tidak seperti haid, bercak ini biasanya sedikit. Datangnya pun lebih awal ketimbang jadwal haid Anda.

Payudara berubah
·        Payudara dan puting jadi lebih lembut sekitar tiga minggu setelah pembuahan terjadi (ketika haid terlambat sekitar seminggu).
·        Kadang-kadang payudara terasa membengkak, mirip yang Anda rasakan menjelang haid. Membesarnya payudara ini karena kelenjar-kelenjar air susu membesar dan "menabung" lemak sebagai persiapan menyusui.
·        Puting payudara dan daerah sekitarnya berwarna lebih gelap.

Kram perut
·        Sering juga terasa pada awal kehamilan, serta akan terus berlangsung sampai letak uterus mapan di tengah dan disangga dengan baik oleh tulang panggul (pada trimester ke-2).
·        Kontraksi rahim sering terjadi secara teratur, seiring dengan meningkatnya olahraga yang Anda lakukan selama hamil, orgasme yang terjadi ketika berhubungan intim, atau karena perubahan posisi dari tidur ke berdiri.

Sering buang air kecil
·        Begitu haid terlambat 1-2 minggu, biasanya ada dorongan untuk buang air kecil. Hal ini terjadi karena meningkatnya sirkulasi darah ketika hamil dan tekanan pada saluran kemih akibat membesarnya uterus.
·        Jangan batasi asupan cairan. Biarpun sering ke belakang, Anda harus tetap banyak minum agar tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

Sembelit
·        Ekstra hormon yang terbentuk selama kehamilan akan menyebabkan usus lebih relaks bekerja, namun kurang efisien, sehingga dorongan untuk mengeluarkan sisa kotoran pun agak terhambat.

Ngidam atau ngemil
·        Sejak awal kehamilan, dorongan untuk ngemil atau makan makanan tertentu (ngidam) sering muncul pada orang tertentu.
·        Kebutuhan untuk ngemil mungkin saja muncul karena kebutuhan tubuh untuk makan sedikit demi sedikit namun sering.

Mual dan muntah
·        Tanda-tanda ini lazim disebut morning sickness. Padahal, kondisi yang dirasakan oleh sekitar 50% ibuhamil ini, bisa muncul kapan saja, bukan cuma di pagi hari.
·        Bisa terpicu hanya karena mencium bau makanan atau parfum tertentu (yang pada kondisi normal tidak membuat mual). Hal ini terjadi karena perubahan hormon dalam tubuh.
·        Biasanya, hanya berlangsung selama 3 bulan pertama kehamilan, dan berhenti begitu masuk bulan ke-4.

Meningkatnya suhu tubuh
·        Terjadi seminggu setelah pembuahan, ketika hasil pembuahan bersemayam di rahim.


Alamat Klinik:
Permata Mansion
Blok EE 3 No. 5 Sawangan - Depok
081298215588(SMS)
Follow us twitter @BidanGemilang

Tanda-tanda kehamilan


Kehamilan tidak melulu ditandai oleh terlambatnya haid atau makin gendutnya perut. Masih ada tanda-tanda lainnya, lho .


Bercak merah jambu
·        Umumnya terjadi sekitar 8-10 hari setelah ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur). Terjadi karena benih tertanam (implantasi) di lapisan uterus (rahim).
·        Tidak seperti haid, bercak ini biasanya sedikit. Datangnya pun lebih awal ketimbang jadwal haid Anda.

Payudara berubah
·        Payudara dan puting jadi lebih lembut sekitar tiga minggu setelah pembuahan terjadi (ketika haid terlambat sekitar seminggu).
·        Kadang-kadang payudara terasa membengkak, mirip yang Anda rasakan menjelang haid. Membesarnya payudara ini karena kelenjar-kelenjar air susu membesar dan "menabung" lemak sebagai persiapan menyusui.
·        Puting payudara dan daerah sekitarnya berwarna lebih gelap.

Kram perut
·        Sering juga terasa pada awal kehamilan, serta akan terus berlangsung sampai letak uterus mapan di tengah dan disangga dengan baik oleh tulang panggul (pada trimester ke-2).
·        Kontraksi rahim sering terjadi secara teratur, seiring dengan meningkatnya olahraga yang Anda lakukan selama hamil, orgasme yang terjadi ketika berhubungan intim, atau karena perubahan posisi dari tidur ke berdiri.

Sering buang air kecil
·        Begitu haid terlambat 1-2 minggu, biasanya ada dorongan untuk buang air kecil. Hal ini terjadi karena meningkatnya sirkulasi darah ketika hamil dan tekanan pada saluran kemih akibat membesarnya uterus.
·        Jangan batasi asupan cairan. Biarpun sering ke belakang, Anda harus tetap banyak minum agar tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

Sembelit
·        Ekstra hormon yang terbentuk selama kehamilan akan menyebabkan usus lebih relaks bekerja, namun kurang efisien, sehingga dorongan untuk mengeluarkan sisa kotoran pun agak terhambat.

Ngidam atau ngemil
·        Sejak awal kehamilan, dorongan untuk ngemil atau makan makanan tertentu (ngidam) sering muncul pada orang tertentu.
·        Kebutuhan untuk ngemil mungkin saja muncul karena kebutuhan tubuh untuk makan sedikit demi sedikit namun sering.

Mual dan muntah
·        Tanda-tanda ini lazim disebut morning sickness. Padahal, kondisi yang dirasakan oleh sekitar 50% ibuhamil ini, bisa muncul kapan saja, bukan cuma di pagi hari.
·        Bisa terpicu hanya karena mencium bau makanan atau parfum tertentu (yang pada kondisi normal tidak membuat mual). Hal ini terjadi karena perubahan hormon dalam tubuh.
·        Biasanya, hanya berlangsung selama 3 bulan pertama kehamilan, dan berhenti begitu masuk bulan ke-4.

Meningkatnya suhu tubuh
·        Terjadi seminggu setelah pembuahan, ketika hasil pembuahan bersemayam di rahim.


Alamat Klinik:
Permata Mansion
Blok EE 3 No. 5 Sawangan - Depok
081298215588(SMS)
Follow us twitter @BidanGemilang

Minggu, 10 November 2013

Mitos dan Fakta Tentang ASI




Setelah melahirkan, akan ada banyak nasehat tentang  ibu menyusui. Jangan telan bulat-bulat saat mendapat informasi atau mitos tentang ASI. Nasehat yang kurang tepat bisa jadi informasi yang menyesatkan. Simak mitos-mitos tentang menyusui dan lihat juga faktanya!

Mitos: Ibu yang minum ASI perahnya dapat memperbanyak ASInya.
Fakta: 
Memaksimalkan produksi ASI dengan cara meningkatkan frekuensi menyusui dan memerah ASI. Banyak sedikitnya ASI tergantung pada banyak sedikitnya ASI yang dikeluarkan dan dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu dan konsumsi makanan. Minum kembali ASI perah sama sekali tidak berhubungan dengan produksi ASI.

Mitos: Wanita dengan payudara kecil dan puting datar ASInya sedikit.
Fakta: Ukuran 
payudara tidak menentukan produksi ASI. Banyak tidaknya ASI  tergantung seberapa banyak kelenjar pembentuk air susu. Puting datar atau terbenam bukan berarti tidak dapat menyusui, karena bayi menyusu pada bagian areola payudara bukan pada puting. Posisi menyusu bayi yang tepat menjadi faktor keberhasilan pemberian ASI.

Mitos: Jika makan pedas, ASI akan berasa pedas.
Fakta: 
Apa yang dimakan ibu, akan dirasakan pula oleh bayi lewat ASI. Namun tidak 100% sama dengan makanan hanya  samar-samar  dan hanya bertahan paling lama 8 jam. Makanan pedas berisiko terhadap ibu itu sendiri, yaitu mengalami gangguan pencernaan seperti diare.  

Mitos: Saat ibu pulang bepergian, ASI harus dibuang dulu saat mau menyusui karena ASI bisa basi.
Fakta: ASI tidak pernah basi. Biasanya yang dimaksud dengan ASI lama atau basi adalah ASI yang berwarna kekuningan dan kental atau ASI yang berwarna putih keruh dan encer. Warna dan kejernihan ASI sangat tergantung bahan nutrisi yang terkandung didalamnya. Selain itu ASI dapat menyesuaikan dengan
 kebutuhan bayi akan ASI.

Mitos: ASI dapat menyembuhkan sakit mata.
Fakta: ASI tidak dapat sembuhkan 
sakit mata pada bayi. Pada bayi baru lahir sampai usia setidaknya 3 bulan, ada saluran air mata yang belum terbuka sehingga mata bayi berair dan belekan. Anda bisa membersihkan mata bayi dengan menggunakan kapas yang dicelupkan dalam air hangat, bukannya mengoleskan ASI ke mata bayi. 

Mitos: Jika ibu sakit, bayi bisa tertular penyakit ibu lewat ASI.
Fakta: 
Ibu yang sedang sakit flu misalnya, tidak akan menularkan sakitnya pada bayi lewat ASI karena ASI  mengandung antibodi yang bisa menghambat  virus maupun bakteri. Kecuali Anda terinfeksi virus HIV atau hepatitis. Dua contoh penyakit ini bisa ditularkan melalui ASI.

Mitos dan Fakta Tentang ASI




Setelah melahirkan, akan ada banyak nasehat tentang  ibu menyusui. Jangan telan bulat-bulat saat mendapat informasi atau mitos tentang ASI. Nasehat yang kurang tepat bisa jadi informasi yang menyesatkan. Simak mitos-mitos tentang menyusui dan lihat juga faktanya!

Mitos: Ibu yang minum ASI perahnya dapat memperbanyak ASInya.
Fakta: 
Memaksimalkan produksi ASI dengan cara meningkatkan frekuensi menyusui dan memerah ASI. Banyak sedikitnya ASI tergantung pada banyak sedikitnya ASI yang dikeluarkan dan dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu dan konsumsi makanan. Minum kembali ASI perah sama sekali tidak berhubungan dengan produksi ASI.

Mitos: Wanita dengan payudara kecil dan puting datar ASInya sedikit.
Fakta: Ukuran 
payudara tidak menentukan produksi ASI. Banyak tidaknya ASI  tergantung seberapa banyak kelenjar pembentuk air susu. Puting datar atau terbenam bukan berarti tidak dapat menyusui, karena bayi menyusu pada bagian areola payudara bukan pada puting. Posisi menyusu bayi yang tepat menjadi faktor keberhasilan pemberian ASI.

Mitos: Jika makan pedas, ASI akan berasa pedas.
Fakta: 
Apa yang dimakan ibu, akan dirasakan pula oleh bayi lewat ASI. Namun tidak 100% sama dengan makanan hanya  samar-samar  dan hanya bertahan paling lama 8 jam. Makanan pedas berisiko terhadap ibu itu sendiri, yaitu mengalami gangguan pencernaan seperti diare.  

Mitos: Saat ibu pulang bepergian, ASI harus dibuang dulu saat mau menyusui karena ASI bisa basi.
Fakta: ASI tidak pernah basi. Biasanya yang dimaksud dengan ASI lama atau basi adalah ASI yang berwarna kekuningan dan kental atau ASI yang berwarna putih keruh dan encer. Warna dan kejernihan ASI sangat tergantung bahan nutrisi yang terkandung didalamnya. Selain itu ASI dapat menyesuaikan dengan
 kebutuhan bayi akan ASI.

Mitos: ASI dapat menyembuhkan sakit mata.
Fakta: ASI tidak dapat sembuhkan 
sakit mata pada bayi. Pada bayi baru lahir sampai usia setidaknya 3 bulan, ada saluran air mata yang belum terbuka sehingga mata bayi berair dan belekan. Anda bisa membersihkan mata bayi dengan menggunakan kapas yang dicelupkan dalam air hangat, bukannya mengoleskan ASI ke mata bayi. 

Mitos: Jika ibu sakit, bayi bisa tertular penyakit ibu lewat ASI.
Fakta: 
Ibu yang sedang sakit flu misalnya, tidak akan menularkan sakitnya pada bayi lewat ASI karena ASI  mengandung antibodi yang bisa menghambat  virus maupun bakteri. Kecuali Anda terinfeksi virus HIV atau hepatitis. Dua contoh penyakit ini bisa ditularkan melalui ASI.

Jumat, 08 November 2013

Menjadi Ayah Hebat


Sudah bukan zamannya menganggap hanya ibu yang paling memahami anak. Ayah juga bisa. Inilah resep menjadi ayah idola versi Ian Bruce dalam bukunya "How to be Great Dad."


·        Berikan cinta tak bersyarat, dalam keadaan apapun bahkan saat anak muntah di kursi mobil yang baru dibeli.
·        Luangkan waktu untuk bicara, jangan sungkan berdialog dengan anak. Tanyakan apa yang dirasakan anak, bantu anak mencari solusi saat ada hal tidak nyaman yang dialaminya, sekaligus menantangnya meraih pencapaian. 
·        Luangkan waktu yang cukup untuk bermain dan memerhatikan anak, sehingga bonding antaraayah dan anak makin kuat.
·        Sabar, tak perlu membabi buta memberi hukuman saat anak berbuat salah, sebaliknya beri anak ruang untuk belajar dan bertumbuh dengan dorongan semangat kepercayaan dari Anda.
·        Beri contoh yang baik, karena Andalah model pertama yang dilihat anak untuk tahu bagaimana menjadi seorang pria dalam menghadapi dunia. 
·        Ciptakan kegembiraan, prioritas pertama dalamn hidup anak adalah menyisipkan kegembiraan dan kegilaan dalam jadwal hariannya. Maka tentu anak akan mengidolakan orang yang dapat membuatnya riang, relaks dan nyaman dalam hidupnya.


Bayi Juga Bisa Stres

Bayi juga bisa stres. Sayangnya, dia belum bisa ngomong memberitahukan hal-hal apa saja yang menjadi sumber stresnya. Tugas kita untuk membuat bayi nyaman dan bebas stres. Kenali dulu gejala dan penyebabnya, kemudian cari solusinya. 

Gejalanya:
  • Rewel dan menangis. Menangis adalah tanda paling mudah dikenali bila bayi Anda sedang stres. Semakin keras dan lama tangisannya, menandakan dia semakin stres.
  • Murung. Biasanya ceria dan lincah kini ia pemurung dan enggan diajak bermain.
  • Tidur gelisah. Anak batita sangat membutuhkan tidur nyenyak dalam masa pertumbuhannya. Bayi kadangkala tidak tidur nyenyak. Tapi, Anda harus waspada bilabayi kecil kerap tidur gelisah. Terlebih bila bukan karena popoknya basah, haus atau lapar.
  • Perubahan kondisi fisik. Stres bisa menyebabkan anak sulit makan sehingga berat badannya berkurang. Selain itu stres biasanya menyerang organ paling lemah, misalnya kulit. Tanpa pemicu alergi, kulit seseorang bisa menunjukkan gejala alergi karena stres.
  • Tidak mau lepas. Bayi lengket terus pada ibunya. Biasanya tidak bermasalah bila ibu tak ada di sisinya. Kini Anda pergi sebentar saja dia menangis.
Penyebab: 
  • Kebutuhan dasar tidak terpenuhi. Lapar atau haus dan Anda tidak segera memberinya makanan atau minuman. Sering ditinggal sendirian sehingga kurang perhatian.
  • Rasa sakit dan tidak nyaman. Bayi tidak dapat mengatakan jika bagian mana dia merasa sakit atau tidak nyaman. Bila orang tua atau pengasuh tidak bisa mengenali sumber penyakit itu, bayi bisa stres.
  • Ayah dan ibu bertengkar. Bayi bisa sangat peka dengan kondisi emosi orang tuanya. Dia bisa merasakan situasi tegang dari ekspresi wajah dan nada bicara yang tinggi dan keras.
  • Tertular ibu. Ibu stres dapat menyebabkan bayi ikut stres, karena cara menanganibayi akan menjadi tidak tenang. Bayi dapat merasakan tekanan otot saat digendong, ekspresi wajah dan nada suara ibunya.
  • Sering pindah rumah. Menyebabkan anak tidak memiliki ‘home base’ yang memberinya rasa aman dan nyaman. Meski anak tetap dalam pengasuhan ibunya, ibu yang tidak mudah beradaptasi dapat mempengaruhi pengasuhannya pada bayi.
  • Berganti-ganti pengasuh dalam waktu singkat. Menyebabkan sering terjadi perubahan cara mengasuh. Bisa muncul perilaku menarik perhatian orang dengan cara negatif, misalnya sering menganggu, dan anak juga jadi mudah rewel atau mudah marah.