Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Februari 2014

ciri anak cerdas

Menurut American Association of Gifted Children, Duke University, Durham, North Carolina (AS), berikt ini beberapa ciri-ciri anak cerdas.
Mampu membaca di usia dini. Daya ingat yang sangat baik serta kemampuan untuk belajar dengan cepat, membuat mereka
mampu membaca pada usia yang sangat dini.

Mampu berjalan dan bicara di usia dini. Kemampuan koordinasi tubuh berkembang lebih cepat, memudahkan mereka belajar
berjalan.

Aktif bertanya. Anak cerdas umumnya cepat bosan sehingga selalu ingin tahu tentang hal-hal baruyang membuat mereka menjadi penanya yang sangat aktif dan seringkali sangat kritis serta sangatbermakna”, sehingga membutuhkan penjelasan yang cukup rinci.

Aktif berargumentasi. Karena kemampuan berpikir analitisnya berkembang pesat, mereka senang mengemukakan pendapat
serta gagasan, berdebat dan mampu mengekspresikan diri dengan baik.

Tulisan tangannya tidak rapi. Karena jalan pikiran mereka jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan gerak tangannya untuk menuliskan hal-hal yang dipikirkan.

Sensitif. Baik secara emosi maupun fisik mereka bisa menunjukkan reaksi berlebihan terhadap sesuatu di lingkungan.

Mampu berpikir kreatif. Senang dengan tantangan yang mengharuskan mereka menciptakan sesuatu yang baru serta
menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak umum.

Energik. Anak yang penuh vitalitas, sepertinya tak kenal lelah,
sehingga biasanya tidak mau tidur siang dan susah disuruh tidur meski sudah larut malam.

Senang bereksperimen. Daya kreativitas yang sangat tinggi,menbuat
mereka sangat suka mencoba melakukan bermenbuat hal baru, yang mungkin cukup ekstrim.

Senang mengamati. Minat yang sangat tinggi untuk belajar tentang berbagai macam hal, menjadikan mereka pengamat
yang baik –dan memiliki rentang perhatian yang panjang

Rabu, 15 Januari 2014

jadi Ibu Baru yang Unik


Saat bayi lahir, banyak hal baru satu persatu muncul dalam hidup Bunda. Dalam kebingungan, panik dan kelelahan, banyak ibu baru tanpa disadari justru menemukan cara unik untuk meredakan tangis bayi, dan membuatnya tidur pulas. Temukan keunikan Bunda!

Misalnya, menyalakan vacuum cleaner di samping tempat tidur bayi. Atau, menidurkan bayi di stroller di dalam kamar mandi, diiringi suara kipas angin kamar mandi, seperti yang dilakukan Susan Besze Wallace, penulis buku “The New Mom’s Guide to Finding Your Own Mothering Style.”Aneh, memang. Tapi semua itu  adalah bagian dari rangkaian proses belajar yang panjang untuk menjadi seorang ibu yang baik. Dan jadilah ibu yang unik! 

Temukan keunikan Bunda. Sejak bayi lahir, Bunda akan kebanjiran nasihat, saran, serta tips agar menjadi ibu yang pintar. Menghadapi 1001 nasihat tersebut, cobalah Bunda bersikap open mind, namun tetap melakukan penyaringan informasi. Sebab, nasihat-nasihat itu belum tentu cocok untuk bayi Bunda. Bayi Bunda unik, begitu juga Bunda! Tantangan Bunda sebagai ibu baru adalah menciptakan dan mengembangkan sendiri cara perawatan dan pola pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan serta kepribadian bayi Bunda. 

Dalam bukunya, Susan memberikan beberapa kiat untuk membantu Bunda menemukan keunikan Bunda, yang dapat menjadi bekal dalam menjadi seorang ibu yang baik. Caranya, tanyakan pada diri sendiri.
  1. Apa saja cara perawatan dari orang tua, khususnya ibu, dan ibu mertua Anda, yang menurut Anda bisa diwariskan kepada anak? Beberapa hal mungkin bisa Anda terapkan.
  2. Apa bentuk pola asuh yang ingin Anda terapkan kepada anak? Banyak hal yang Anda alami di masa kecil, yang mungkin ingin Anda perbaiki sehingga tidak lagi dialami maupun dirasakan oleh anak.
  3. Apakah Anda cukup percaya diri menjalani peran sebagai ibu? Bila belum, jangan sungkan bertanya kepada ibu, ibu mertua, kakak perempuan, sahabat, juga kepada dokter anak Anda. Naluri keibuan butuh  waktu dan proses untuk berkembang.
  4. Sadarkah Anda bahwa bentuk hubungan Anda dan pasangan jadi berubah?Ini wajar, karena Anda sekarang adalah seorang ibu, dan pasangan Anda sekarang adalah seorang ayah. Bukan hanya hubungan dengan pasangan, hubungan Anda dengan teman pun berubah. Secara alami Anda akan butuh teman-teman sesama ibu baru maupun ibu yang sudah lebih berpengalaman, untuk belajar menjadi ibu yang baik.
Tak perlu heran, bila setiap hari, cara pandang, intuisi, pengetahuan serta wawasan Anda akan terus berkembang. Sejalan dengan bertambahnya umur bayi, Anda akan semakin pintar memadukan semua pengetahuan yang Anda punyai untuk merawat bayi, sisi-sisi terbaik diri Anda dan naluri keibuan Anda untuk menciptakan gaya perawatan dan pengasuhan unik yang betul-betul khas diri Anda. Pengasuhan unik ciptaan Anda inilah yang paling tepat bagi bayi Anda.

Rabu, 13 November 2013

Baby sitter atau Daycare ??



Umumnya, tidak ada yang lebih aman menitipkan buah hati selain pada nenek, saudara atau kerabat dekat saat Anda harus bekerja di luar rumah. Sebab, biasanya dengan orang-orang terdekat, Anda punya trust, ikatan batin dan kedekatan ini juga membuat anak merasa lebih nyaman. Namun, bagaimana jika Anda berada dalam situasi yang kurang menguntungkan. Pilihannya hanya babysitter atau day care. Berikut plus-minus menitipkan pengasuhan anak pada babysitter dan day care.

Babysitter
 
Plus:

·        Orang tua dapat menyusun peraturan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sangbabysitter, sesuai dengan nilai yang ingin dikembangkan.
·        Anak bisa tetap bermain dan bergerak di ruang yang sama dan nyaman, yaitu rumah.
·        Anak mendapat perhatian khusus, karena satu babysitter hanya punya konsentrasi penuh pada satu anak saja.
Minus: 

·        Anak akan tenggelam pada rutinitas yang sama.
·        Anak hanya akan berteman dengan babysitter-nya saja. Risiko anak “lengket” dengan babysitter besar.
·        Meskipun telah dilatih oleh yayasan, supervisi tidak dilakukan langsung oleh pengelola yayasan terhadap babysitter. Apabila yayasan hanya menjadi penyalur dan tidak memberikan pelatihan ketrampilan mengasuh dan merawat anak, maka standar layanan babysitter tidak terjamin.
Day care
Plus:

·        Para staf memiliki dasar pendidikan anak sekaligus ilmu kesehatan anak yang disupervisi langsung oleh pengelola tempat penitipan anak.
·        Program di tempat penitipan anak dirancang sesuai perkembangan bayi dan balita. Untuk si balita, lembaga penitipan anak akan menerapkan kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD).
·        Anak akan memiliki aktivitas dan alat bermain yang beragam serta ruang bermain (baik di dalam maupun diluar ruang) yang relatif lebih luas bila dibandingkan ruang mereka di rumah sendiri.
·        Anak akan berkenalan dengan suasana baru, orang baru dan bertemu/mengenal anak-anak seusianya. Ketrampilan anak untuk beradaptasi terasah sejak dini.
·        Oleh karena staf yang bertugas mengurus dan merawat anak tidak hanya satu, maka anak tidak lengket dengan sang pengasuh.
Minus: 

·        Anak berisiko lebih mudah tertular penyakit dari anak lain.
·        Anak harus berbagi perhatian pengasuh dengan anak. Karena di tempat penitipan anak, pengasuh harus menangani beberapa anak.
·        Orang tua harus menjemput anak sebelum tempat penitipan anak tutup. Day carepada umumnya tutup di sore hari, sesuai waktu pulang kantor ayah dan ibu.

Alamat Klinik:
Permata Mansion
Blok EE 3 No. 5 Sawangan - Depok
081298215588(SMS)
Follow us twitter @BidanGemilang


Jumat, 08 November 2013

Menjadi Ayah Hebat


Sudah bukan zamannya menganggap hanya ibu yang paling memahami anak. Ayah juga bisa. Inilah resep menjadi ayah idola versi Ian Bruce dalam bukunya "How to be Great Dad."


·        Berikan cinta tak bersyarat, dalam keadaan apapun bahkan saat anak muntah di kursi mobil yang baru dibeli.
·        Luangkan waktu untuk bicara, jangan sungkan berdialog dengan anak. Tanyakan apa yang dirasakan anak, bantu anak mencari solusi saat ada hal tidak nyaman yang dialaminya, sekaligus menantangnya meraih pencapaian. 
·        Luangkan waktu yang cukup untuk bermain dan memerhatikan anak, sehingga bonding antaraayah dan anak makin kuat.
·        Sabar, tak perlu membabi buta memberi hukuman saat anak berbuat salah, sebaliknya beri anak ruang untuk belajar dan bertumbuh dengan dorongan semangat kepercayaan dari Anda.
·        Beri contoh yang baik, karena Andalah model pertama yang dilihat anak untuk tahu bagaimana menjadi seorang pria dalam menghadapi dunia. 
·        Ciptakan kegembiraan, prioritas pertama dalamn hidup anak adalah menyisipkan kegembiraan dan kegilaan dalam jadwal hariannya. Maka tentu anak akan mengidolakan orang yang dapat membuatnya riang, relaks dan nyaman dalam hidupnya.


Selasa, 29 Oktober 2013

Etika Jenguk Bayi


Agar si ibu dan bayi baru merasa nyaman, ada etika yang harus dipegang saat Anda menjenguk. Sehingga semua pun senang! 

Waktu menjenguk yang tepat. 1-2 minggu setelah ibu melahirkan, waktu yang tepat untuk menjenguk. Ibu punya waktu lebih untuk istirahat dan bonding dengan bayinya. Sebelum jenguk sebaiknya tanyakan kapan waktu tepat untuk berkunjung. Hindari datang pada jam-jam istirahat dan makan agar tidak merepotkan tuan rumah. Jangan pula datang terlalu pagi atau malam. Biasanya pada pagi hari, keluarga masih sibuk mengurusi bayidan  membereskan rumah. Sebaliknya jika terlalu malam, ibu dan bayi baru sedang istirahat.

Kado untuk bayi dan Ibu tentunya. Selain bawa kado untuk bayi, beri pula kado untuk ibu sebagai penghargaan keberhasilannya melewati masa kehamilan dan persalinan. Jika jenguk adalah anak kedua, jangan lupa juga kado untuk si kakak, agar dia tidak merasa cemburu. Dengan membawakannya kado, perasaan tersebut dapat diminimalisir.

“Mirip siapa ya?,” is a big no no. Pertanyaan seperti ini dapat menyinggung perasaan ibu baru yang terkadang sensitif. Wajah bayi baru berubah seiring dengan berjalannya waktu. Bagaimanapun, wajah anak pasti mirip bunda atau ayahnya. Jika tidak, mungkin mirip nenek atau kakeknya. Daripada bertanya mirip siapa, lebih baik Anda memuji, “Wah, bayinya lucu sekali!” atau “Pipinya menggemaskan, deh!” atau “Si adik ganteng, sama dengan kakaknya!”

Pastikan Anda sehat dan jangan lupa cuci tangan. Jika sedang sakit, tunggu hingga sehat baru menjenguk. Sebelum bersentuhan, cuci tangan lebih dulu agar terbebas dari kuman. Namun, akan lebih baik jika tidak bersentuhan langsung dengan bayi, cukup lihat dari kejauhan untuk menghindarinya terinfeksi kuman atau bakteri yang tak sengaja menempel pada tubuh atau pakaian Anda.

Selalu minta izin. Daya tahan tubuh bayi baru sangat rentan. Karena itu, tak semua orangtua suka saat bayinya digendong atau dicium orang lain. Pastikan Anda minta izin sebelum gendong atau cium bayi. Jangan tersinggung jika ibu tak mengizinkan. Berpikirlah positif, semua demi kesehatan dan kenyamanan bayi. Dan tempatkan diri Anda di posisi ibu tersebut.

Sebaiknya tidak bawa anak saat menjenguk. Balita yang aktif bergerak, berteriak-teriak, berbicara dengan suara kencang akan mengganggu kenyaman ibu dan bayi, terutama jika yang dijenguk bukan saudara dekat. Selain itu, membawa balita ke rumah sakit sebaiknya tidak dilakukan karena jika daya tahan tubuhnya sedang tidak baik, tubuhbalita bisa terinfeksi kuman dan penyakit yang ada di dalam rumah sakit.

Jangan memotret bayi tanpa izin orangtuanya. Jika Anda ingin mengabadikan wujud sibayi atau mengunggahnya ke laman social media, sebaiknya minta izin lebih dulu pada orangtuanya. Bagi sebagian orang, anak adalah privasi mereka yang artinya bunda dan ayahnya saja yang berhak mengabadikan foto ataupun “memamerkannya” pada orang lain.

Jangan beri komentar dan nasihat jika tidak diminta. Nasehat memang bermanfaat, namun jika terlalu banyak bisa membuat ibu baru merasa digurui, terintimidasi, bosan, diremehkan, hingga takut untuk sesuatu yang belum dilaluinya. Setiap ibu punya cara sendiri untuk mengurus buah hatinya. Selain itu, hati-hati memberi komentar. Hindari komentar seperti "Wah.. coba seandainya bayinya laki-laki" atau “Kok cesar sih, padahal kalau nggak cepat menyerah pasti bisa normal!”. Ingat, pandangan orang lain belum tentu sama dengan pendapat Anda dan komentar seperti itu dapat membuat ibu tersinggung dan tidak nyaman.

Menghargai privasi ibu. Sedekat apa pun hubungan Anda dengan si ibu, jangan memaksa untuk masuk ke dalam ruangan atau kamar jika ibu sedang menyusui atau isitirahat. Beri kesempatan pada ibu bila memang ia perlu waktu untuk merawat bayinya. Jika tampaknya ibu sedang sibuk mengurus bayinya, tidak usah berlama-lama bertamu agar ibu punya banyak waktu untuk merawat bayinya.

Tawarkan bantuan jika diperlukan. Jangan sungkan untuk menawarkan bantuan jika ibu terlihat kesulitan. Misalnya membantunya saat sulit bangun akibat rasa sakit bekas jahitan. Namun, hargai pula jika ibu menolak. Dalam hal ini, Andalah yang harus pintar membaca situasi, karena ibu baru memang cenderung sensitif perasaannya. 


Alamat Klinik:
Permata Mansion
Blok EE 3 No. 5 Sawangan - Depok
081298215588(SMS)
Follow us twitter @BidanGemilang

Jumat, 25 Oktober 2013

Calon Ayah Juga Takut

Ketakukan menanti kelahiran tidak saja dialami oleh calon ibu. Calon ayah pun memiliki ketakutan tersendiri. Cek beberapa di antaranya, mungkin salah satunya pernah atau akan Anda alami.

  1. Tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga adalah ketakutan terbesar para calonayah dan ayah baru. Begitu bayinya lahir memang akan terjadi lonjakan biaya kebutuhan hidup. Para ayah baru juga seringkali khawatir tidak mampu memberi dukungan emosional kepada ibu dan bayinya.
  2. Takut tidak bisa membantu saat persalinan. Lebih dari 80% ayah baru takut tidak mampu membantu maupun memberi dukungan pada istrinya  saat proses persalinan. Tidak sedikit ayah yang ngeri melihat darah, dan pingsan di ruang bersalin.
  3. Takut terhadap kondisi kesehatan istri dan bayinya. Cukup banyak ayah yang ketakutan kehilangan istrinya karena meninggal akibat proses persalinan. Mereka tidak dapat membayangkan bila harus membesarkan bayinya sendirian!
  4. Takut kemesraan dengan istri terganggu. Para ayah sering merasa khawatir begitu bayinya lahir, istrinya akan lebih mencintai dan memberi perhatian serta waktu lebih banyak pada si bayi, dan dia akan telantar.  Sebetulnya ini adalah bentuk kecemburuan ayah!

Kamis, 17 Oktober 2013

Menjadi Ayah Siaga


Meski tak ada sekolahnya, Anda bisa jadi
 Ayah pintar. Perlu siapkan tenaga dan perhatian bersama istri untuk menyambut kehadiran buah hati Anda. Mulai dari sini ya.

1.   Bicarakan kehamilan. Kegembiraan istri Anda telah hamil jangan berhenti hanya sampai memandangi test pack dengan 2 strip semalaman. Bicarakan topik kehamilandengan istri: saling tukar perasaan, optimisme, kekhawatiran, termasuk bahas perubahan yang akan terjadi baik pada istri, hubungan Anda berdua, situasi finansialdan lain-lain. Dengan pembicaraan itu, Anda berdua akan memiliki, atau akan terbuka untuk saling menyesuaikan, sikap dan cara pandang terhadap kehamilan dan  hadirnya anak di dalam keluarga.

2.   Siap-siap menghadapi perubahan istri sebagai dampak kehamilan: tubuh dan suasana hatinya. Sejak awal, bahas kemungkinan yang akan terjadi, bahkan yang terburuk sekali pun. Misalnya saja, dia terpaksa berhenti bekerja karena kehamilannya bermasalah. Dengan demikian setiap masalah bisa diantisipasi, tidak ada kejutan di belakang hari.  

3.   Belajar bersama. Baca buku ini bersama dan diskusikan hal-hal yang menarik perhatian Anda berdua.

4.   Tambah kadar tanggung jawab. Menjadi ayah bukan tradisi turun-temurun atau sekadar status sosial, melainkan ibarat profesi yang menuntut tanggung jawab tak berkesudahan. Tanggung jawab Anda kini adalah melindungi istri yang hamil dan menyiapkan kedatangan bayi, baik secara finansial (mengumpulkan uang untuk biayakehamilan dan persalinan), fisik (menjadi ayah SIAGA -siap antar jaga) dan emosi (memberi dukungan tak putus-putus untuk setiap keluhan dan masalah istri).

5.   Be positive. Kehamilan, persalinan dan memiliki anak adalah peristiwa besar yang berisiko. Selalu berpikir dan bersikap positif bila tertimpa musibah, akan meringankan beban Anda.  

6.   Komitmen ikut terlibat dalam kehamilan dan mengurus bayi. Mulailah dengan komitmen mengantar istri setiap kali memeriksa kandungan ke dokter. Bila bayi telah lahir, bantu istri merawatnya, seperti memandikan, mengganti popok atau menidurkan bayi. Itu akan sangat meringankan tugas istri dan merekatkan hubungan Anda dengannya dan dengan bayi. Sebagai bukti komitmen, belajarlah itu semua dari sekarang.

7.   Ubah gaya hidup. Sejak mendengar istri hamil, mestinya gaya hidup Anda juga berubah seperti dia. Itu baru toleransi! Idealnya, bersikaplah seolah-olah Anda juga hamil, misalnya berhenti merokok, tidak makan atau jajan sembarangan, tidak berpesta sampai jauh malam, dan bila ada yang menawari minuman beralkohol katakan, “Tidak terima kasih, kami lagi hamil, nih!”

Alamat Klinik:
Permata Mansion
Blok EE 3 No. 5 Sawangan - Depok
081298215588 (SMS)
Follow us twitter @BidanGemilang




Kamis, 10 Oktober 2013

Rencanakan Dana Pendidikan Anak

Agar pendidikan dan kehidupan anak kelak selalu terjamin, rencanakan dahulu keuangan dari jauh-jauh hari, salah satunya melalui investasi. Ketahui dahulu perkiraan dana yang dibutuhkan sebelum menentukan pilihan investasi.

Ketika anak pertama, Laura, lahir, Amel dan Rafli memutuskan  menyisihkan penghasilan mereka untuk dana pendidikan, mengingat biaya pendidikan terus meningkat. Amel dan Rafli menimbang-nimbang manakah yang terbaik dan manakah yang cocok dengan rencana pendidikan anak mereka. Begitu banyak pilihan. Antara lain asuransi, tabungan pendidikan, tabungan deposito, reksadana,  properti, dan lain sebagainya.

Menurut financial planner, Ligwina Poerwo-Hananto, sebelum menentukan jenis investasi pendidikan, sebaiknya orang tua mengetahui lebih dahulu berapa perkiraan dana yang dibutuhkan. Tak sedikit orang membeli produk tanpa memikirkan manfaat dari tujuan tersebut. Bahkan orang tua cenderung membeli produk karena ditempeli “pendidikan” di belakangnya.

Selain itu, menurut Ligwina, asumsikan biaya pendidikan per jenjangnya. Jenjang pendidikan TK hingga SMA asumsikan mengalami inflasi 20% per tahun sedangkan S1, 15%.

‘’Anak adalah tanggung jawab kita. Jadi harus betul-betul berhitung berapa kebutuhannya di masa depan dengan memilih apakah produk ini sesuai dengan kebutuhannya atau tidak,” paparnya. Ligwina menyarankan sebaiknya orang tua menyiapkan dana pendidikan sejak semasa hamil. Bahkan, pasangan yang mengalami kesulitan memiliki anak juga perlu menyiapkan dana pendidikan karena usia bertambah, sementara belum tahu kapan akan hamil. Jika hamil di usia  lanjut,  jangka waktu usia produktif semakin pendek sementara anak masih kecil.

Perbedaan Tabungan Pendidikan Dengan Asuransi

Banyak yang masih bingung antara memilih asuransi atau tabungan sebagai investasi dana pendidikan. Apakah Anda juga? Cek bedanya di sini.

Tabungan pendidikan:
  • Terdapat asuransi, namun yang dijamin hanya sebesar target dana yang akan diperoleh diakhir. Jika nasabah meninggal, maka ahli waris akan mendapatkan dana sebesar nominal yang menjadi tujuan nasabah di awal.
  • Biaya asuransi ditanggung oleh pihak bank.
  • Cocok dipakai untuk mempersiapkan dana pendidikan dalam jangka waktu pendek antara dua hingga lima tahun, karena hasil yang diberikan hanya sekitar 3% hingga 6% sebelum dipotong pajak.
  • Tidak terdapat bunga yang besar, biasanya hanya dikenakan biaya administrasi.
Asuransi pendidikan:
  • Jika yang tertanggung meninggal maka si ahli waris akan mendapatkan dana sebesar uang pertanggungannya ditambah hasil investasinya.
  • Dapat memberikan hasil yang lebih besar daripada tabungan pendidikan, karena ditempatkan pada reksadana. Dalam jangka waktu yang pendek, tabungan akan memberikan jaminan hasil yang akan diperoleh sedangkan asuransi tidak.
  • Bunga sangat bergantung dengan kinerja investasi itu sendiri.
  • Ada biaya akuisisi –biaya yang dikenakan sehubungan dengan permohonan pertanggungan dan penerbitan polis yang meliputi biaya pemeriksaan kesehatan, pengadaan polis dan pencetakan dokumen, biaya lapangan, biaya pos dan telekomunikasi- yang cukup besar dan biasanya dipotong hingga tahun ke enam.
  • Ada biaya asuransi yang dibebankan kepada nasabah.

Seleksi Produk Investasi Pendidikan

Jangan asal pilih produk investasi pendidikan. Salah pilih atau tidak dipersiapkan dengan matang, akan ditukar dengan anak tidak dapat sekolah. Seleksi dulu jenis produk investasi pendidikan yang akan Anda pilih.

Langkah pertama, tetapkan jenjang pendidikan yang akan dipilih, waktu dan jumlah dana yang diperlukan untuk mengumpulkan dana pendidikan anak. Dengan mengetahui jangka waktu yang dimiliki, Anda dapat menghitung berapa nominal yang harus disisihkan setiap bulannya. Misalnya, untuk biaya sekolah anak menuju SD, Anda memerlukan waktu tiga tahun lagi dan dana yang dibutuhkan sebesar Rp.10 juta.

Langkah kedua, tetapkan instrumen investasi. Contohnya tabungan, deposito, reksadana, saham atau emas.
  • Jika jangka waktu yang dimiliki pendek, antara 1-3 tahun, lebih baik pilih tabungan pendidikan atau reksadana pasar uang, yang resikonya sedikit.
  • Jika waktu yang dimiliki antara 4-8 tahun, tempatkan investasi Anda di reksadana pendapatan tetap atau campuran.
  • Jika waktu yang dimiliki di atas 8 tahun, tempatkan di dalam reksadana campuran atau saham, yang tingkat resikonya besar.
Langkah ketiga, lakukan monitoring setiap tahunnya. Pastikan dana yang Anda kumpulkan sudah sesuai dengan tujuan nominal yang ingin dicapai. Atau memutuskan untuk menambah atau mengurangi dana cicilan per bulannya, bila diperlukan.

Kamis, 01 Agustus 2013

Persiapan Mudik Bersama Si Kecil


Mudik adalah hal yang paling menyenangkan bagi setiap keluarga, apalagi jika si kecil ikut serta. Tips di bawah ini akan membantu anda untuk mudik bersama si kecil tanpa rasa khawatir.

Apa saja persiapan untuk si kecil ?

1.Kebutuhan utama si kecil, antara lain : pakaian, makanan dan minuman, obat-obatan, peralatan makan, minum, mandi, bantal, bedak, tempat air panas, tisu basah dan kering, popok atau diaper, alas tidur, dst. Semua kebutuhan dalam perjalanan sebaiknya ditaruh dalam tas tersendiri agar mudah untuk dijangkau.

2.Sediakan makanan kecil yang disenangi si kecil yang tidak membuatnya mabuk dan juga air putih secukupnya.

3.Sediakan kantong muntah jika sewaktu-waktu si kecil mengalami mabuk selama perjalanan. Usahakan berhenti setiap 2 jam sekali agar si kecil mendapatkan oksigen dari luar mobil.

4.Seringlah menanyakan apa yang dirasakan si kecil. Misalnya, apakah ia ingin buang air, apakah ia lapar/haus, apakah ada yang dirasa sakit, dst. Jangan lupa untuk memeriksa popok si kecil yang belum bisa bicara.

5. Sediakan mainan, beberapa cerita dongeng dan nyanyian yang biasa anda nyanyikan bersama si kecil untuk menghilangkan kejenuhan si kecil saat perjalanan berlangsung. Ajak bicara agar ia merasa tetap diperhatikan dan merasa aman karena perjalanan mudik adalah pengalaman baru baginya dan bisa saja membuatnya cemas.

6.Kesabaran sangat dibutuhkan si kecil jika ia mulai merasa bosan dan mulai menangis. Dengan ketenangan, maka si kecil juga akan merasa tenang.

7. Ajaklah si kecil untuk selalu berdoa agar ridhoNya menyertai perjalanan anda bersama keluarga.


Alamat Klinik:
Permata Mansion
Blok EE 3 No. 5 Sawangan - Depok
081 29821 5588
Follow Us on Twitter: @BidanGemilang
Email: TanyaBidanGemilang@gmail.com


Rabu, 31 Juli 2013

Peran Sang Ayah


Peran Ayah dalam mengasuh bayi sangat penting. Mesikpun kadang sebagian ayah canggung merawat bayinya tetapi hal ini tidak seharusnya menjadi halangan untuk mendekatkan ikatan antara ayah dan bayi. Peran ayah juga sangat penting bagi ibu.

Berikut merupakan peran ayah yang bisa dilakukan selain untuk mendekatkan diri dengan bayi, tetapi juga berinteraksi dengan bayi.

·        Sebisa mungkin selalu berada di samping istri dan menjadi orang pertama yang member dorongan ketika istri sedang dalam proses persalinan maupun pascapersalinan. Selama proses kehamilan, persalinan dan pascapersalinan, ibu seringkali merasa emosinya tidak stabil. Oleh karenanya dibutuhkan dukungan penuh dari suami.

·        Melibatkan diri dalam perawatan si kecil.
Ikutlah ambil bagian dalam merawat si kecil. Apalagi saat ibu harus beristirahat. Membantu menggantikan popok, menggendong dan menenangkannya saat rewel akan sangat membuat ibu merasa terbantu dan didukung.

·        Membangun kedekatan dengan sang buah hati sejak awal.
Ibu bisa mendekatkan hubungan batin antara ayah dengan bayinya sejak janin masih dalam kandungan. Semakin awal mendekatkan hubungan batin dengan bayi, semakin cepat kontak batin terjalin. Saat si kecil lahir segera lakukan kontak fisik.

·        Memberi dukungan pada istri jika ia berniat memberikan ASI Eksklusif pada bayi.
ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI mengandung zat-zat yang dibutuhkn untuk pertumbuhan bayi. Oleh karenanya, dukunglah istri sepenuhnya saat istri ingin memberikan ASI Eksklusif. Dukungan dari pasangan akan sangat membantu menguatkan tekad untuk menyusui.

Alamat Klinik:
Permata Mansion
Blok EE 3 No. 5 Sawangan - Depok
081 29821 5588
Follow Us on Twitter: @BidanGemilang
Email: TanyaBidanGemilang@gmail.com


Kamis, 23 Mei 2013

Kelola Keuangan Keluarga


Urusan uang tak hanya sensitif bagi suami dan istri, tapi juga rumit. Bagaimana menghindarkan terjadinya konflik berkepanjangan akibat urusan yang satu ini?

Masalah sensitif. Masalah uang merupakan masalah paling sensitif dan salah satu cikal bakal pertengkaran klasik. Menurut William Betcher, M.D, yang bersama Robie Macauley menulis buku The Seven Basic Quarrels of Marriage,. para terapis pun enggan menyinggung masalah ini dalam sesi konsultasi dengan para klien.

Bahkan di tahun 1913, Sigmund Freud , si dedengkot psikiater, pernah menuliskan bahwa pembicaraan mengenai uang sama tabunya dengan pembicaraan mengenai seks. Karenanya, tidak heran, jika sebagian istri enggan membicarakan masalah ini secara terbuka dengan suaminya.

Padahal, Betcher memperkirakan bahwa sebanyak seperempat hingga sepertiga masalah dalam kehidupan rumah tangga bersumber dari masalah keuangan.

Selesaikan bersama. Namun, tentu saja, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Bhkan juga masalah uang ini., Berikut beberapa cara yang dapat dicoba untuk mencegah masalah uang agar tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan antara suami dan istri.
  • Mencoba saling terbuka. Cobalah untuk terbuka dalam membicarakan keuangan dengan pasangan. Bicarakan bersama apa yang menjadi kecemasan masing-masing sehubungan dengan uang. Cobalah untuk tidak membuat penilaian sepihak sebelumnya, dan dengarkanlah apa yang diutarakan pasangan dengan seksama.
  • Menghargai privacy masing-masing. Walaupun pembicaraan mengenai uang sebaiknya dilakukan secara terbuka, namun cobalah untuk tetap menghargai kebutuhan pasangan akan privacy . Hargai keinginan pasangan untuk menyimpan sejumlah uang untuk kebutuhan pribadi dan hobi, misalnya. Berilah kesempatan pada suami Anda untuk sesekali membeli Compact Disc atau cerutu favoritnya setiap bulan, asalkan jumlahnya ditentukan bersama tentunya. Anda juga tentunya masih ingin meneruskan arisan di mall terheboh di kota Anda beserta teman-teman bukan? Jangan ragu-ragu menyampaikan keinginan ini pada suami Anda..
  • Menentukan tujuan bersama. Yang tidak kalah penting dalam percakapan mengenai uang adalah apa prioritas utama yang akan dicapai dalam keluarga. Misalnya, jika keluarga memprioritaskan pendidikan anak, maka mulailah memperkirakan berapa jumlah uang yang dibutuhkan untuk biaya pendidikan sekian tahun ke depan, serta berapa uang yang harus mulai disisihkan sejak saat ini. Pemahaman ini memperjelas serta mempermudah pengaturan keuangan keluarga.
  • Temukan arti uang bagi pasangan. Cobalah memahami pasangan dengan menemukan arti uang baginya. Uang dapat menjadi simbol kebutuhan dan harapan yang sering tak terungkap, namun potensial menimbulkan konflik. Psikiater Amerika, Ann Ruth Turkel, mengatakan bahwa untuk dapat memahami nilai uang bagi seseorang dapat dilihat dari latar belakang kehidupannya.
  • Merasakan apa yang dirasakan pasangan. Terkadang perlu juga sekali waktu pasangan bertukar peran. Misalnya, jika Anda yang biasa belanja kebutuhan rumah tangga, sekali-sekali biarkan pasangan Anda yang berbelanja. Siapa tahu ia benar-benar tidak tahu harga sekotak popok bayi sekali pakai, atau harga sekaleng susu, misalnya. Dengan cara ini ia makin memahami bahwa harga-harga barang kebutuhan pokok semakin hari semakin tinggi, selain repotnya cari parkir di luar pasar swalayan atau hypermarket.
  • Adil dalam berbagi. Bila Anda dan pasangan sama-sama bekerja, buatlah pembagian pembayaran kebutuhan rumah tangga secara adil. Misalnya, Anda membayar uang sekolah anak, gaji pembantu serta membayar tagihan telepon. Sedangkan pasangan Anda membayar cicilan rumah, belanja bulanan dan rekening listrik.
  • Menanyakan pada ahli. Sekarang banyak sekali ahli keuangan yang menyediakan jasa untuk membantu mengatur keuangan dalam keluarga. Seorang ahli tentu akan melihat masalah keuangan di dalam keluarga dengan cara yang lebih objektif. Jika merasa perlu, mengapa tidak menggunakan jasa mereka jika masalah keuangan dalam keluarga serasa semakin rumit? Tentu saja Anda harus mengusahakan untuk mencari seorang ahli keuangan keluarga yang baik dan dapat dipercaya.