Rabu, 20 November 2013

Sakit pinggang saat hamil



Sekitar 50% ibuhamil mengeluhkan sakit pinggang dan biasanya semakin terasa di trimester ketiga. Penyebabnya antara lain karena pertambahan berat badan sebagai konsekuensi perubahan tubuh dan perkembangan janin, plasenta, air ketuban dan rahim. Membesarnya rahim juga membuat pusat gravitasi tubuh bergeser lebih ke depan, sehinggaibuhamil harus menyesuaikan diri pada titik keseimbangan baru. Penyesuaian tersebut sangat membebani pinggang.
Sakit pinggang dapat diredakan dengan:

·        Menjaga posisi tubuh agar berat kandungan dibagi rata ke seluruh tubuh.
·        Selalu membawa beban di tangan kiri dan kanan agar tubuh seimbang.
·        Tidak berdiri/duduk terlalu lama.
·        Menjaga posisi tubuh selalu tegak saat duduk.
·        Berjongkok saat mengambil sesuatu di lantai.
·        Tidur di kasur yang agak keras dan rata agar tubuh berada di garis lurus.
·        Mandi air hangat.
·        Mengompres dingin pinggang yang nyeri.
·        Relaksasi dan berolahraga ringan atau senam secara teratur.

Pada beberapa kasus, sakit pinggang juga dapat disebabkan gangguan ginjal atau penekanan saraf. Untuk memastikannya, perlu pemeriksaan dokter.

Alamat Klinik:
Permata Mansion
Blok EE 3 No. 5 Sawangan - Depok
081298215588(SMS)
Follow us twitter @BidanGemilang

Rabu, 13 November 2013

Baby sitter atau Daycare ??



Umumnya, tidak ada yang lebih aman menitipkan buah hati selain pada nenek, saudara atau kerabat dekat saat Anda harus bekerja di luar rumah. Sebab, biasanya dengan orang-orang terdekat, Anda punya trust, ikatan batin dan kedekatan ini juga membuat anak merasa lebih nyaman. Namun, bagaimana jika Anda berada dalam situasi yang kurang menguntungkan. Pilihannya hanya babysitter atau day care. Berikut plus-minus menitipkan pengasuhan anak pada babysitter dan day care.

Babysitter
 
Plus:

·        Orang tua dapat menyusun peraturan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sangbabysitter, sesuai dengan nilai yang ingin dikembangkan.
·        Anak bisa tetap bermain dan bergerak di ruang yang sama dan nyaman, yaitu rumah.
·        Anak mendapat perhatian khusus, karena satu babysitter hanya punya konsentrasi penuh pada satu anak saja.
Minus: 

·        Anak akan tenggelam pada rutinitas yang sama.
·        Anak hanya akan berteman dengan babysitter-nya saja. Risiko anak “lengket” dengan babysitter besar.
·        Meskipun telah dilatih oleh yayasan, supervisi tidak dilakukan langsung oleh pengelola yayasan terhadap babysitter. Apabila yayasan hanya menjadi penyalur dan tidak memberikan pelatihan ketrampilan mengasuh dan merawat anak, maka standar layanan babysitter tidak terjamin.
Day care
Plus:

·        Para staf memiliki dasar pendidikan anak sekaligus ilmu kesehatan anak yang disupervisi langsung oleh pengelola tempat penitipan anak.
·        Program di tempat penitipan anak dirancang sesuai perkembangan bayi dan balita. Untuk si balita, lembaga penitipan anak akan menerapkan kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD).
·        Anak akan memiliki aktivitas dan alat bermain yang beragam serta ruang bermain (baik di dalam maupun diluar ruang) yang relatif lebih luas bila dibandingkan ruang mereka di rumah sendiri.
·        Anak akan berkenalan dengan suasana baru, orang baru dan bertemu/mengenal anak-anak seusianya. Ketrampilan anak untuk beradaptasi terasah sejak dini.
·        Oleh karena staf yang bertugas mengurus dan merawat anak tidak hanya satu, maka anak tidak lengket dengan sang pengasuh.
Minus: 

·        Anak berisiko lebih mudah tertular penyakit dari anak lain.
·        Anak harus berbagi perhatian pengasuh dengan anak. Karena di tempat penitipan anak, pengasuh harus menangani beberapa anak.
·        Orang tua harus menjemput anak sebelum tempat penitipan anak tutup. Day carepada umumnya tutup di sore hari, sesuai waktu pulang kantor ayah dan ibu.

Alamat Klinik:
Permata Mansion
Blok EE 3 No. 5 Sawangan - Depok
081298215588(SMS)
Follow us twitter @BidanGemilang


6 Jam Pertama Setelah Lahir


Masih ada kejutan, setelah Anda melewati 
1 jam pertama setelah persalinan. Ini adaptasi yang perlu Anda lakukan di 6 jam pertama setelah bayi lahir.  

2-3 jam setelah persalinan, Anda akan merasa lemas karena tenaga terkuras untuk melahirkan bayi. Saatnya mengisi perut. Biasanya rumah sakit akan menyediakan makanan lunak untuk dikonsumsi seperti bubur. Makanan ringan yang di makan pun sebaiknya lunak. Sebab sistem pencernaan masih perlu menyesuikan dengan tubuh Anda yang baru melahirkan.

3-4 jam setelah persalinan, Anda akan merasa tubuh lengket karena keringat. Saatnya Anda untuk mandi. Minta bantuan suami atau bidan saat  berjalan  kamar mandi. Saat itu Anda mungkin akan merasa sedikit goyah karena keletihan. Setelah mandi Anda akan merasa lebih segar. Saat ini Anda bisa mulai  mengenakan
bra menyusu dilapisi bantalan payudara agar ASI yang keluar tidak membasahi baju. Gunakan pembalut  menampung sisa cairan atau darah yang keluar dari vagina. Penting menjaga kebersihan organ genital untuk mencegah infeksi

5 jam setelah persalinan, Anda masih merasakan perih pada daerah kewanitaan,  tapi Anda harus buang air kecil. Rasa perih ini lama-lama  akan terasa lebih ringan. Pada saat-saat ini Anda mungkin belum terdorong untuk buang air besar. Tapi jika dalam tempo 2x24 jam pascapersalinan belum BAB, bicaralah kepada perawat atau dokter.

6 jam setelah persalinan, jika Anda merasa semua dalam kondisi baik dan tak ada keluhan, Anda akan dipindahkan dari ruang bersalin ke ruang rawat inap. Saat pindah Anda akan dibantu dengan kursi roda.  Cobalah untuk  mengendong bayi di pangkuan Anda. Namun beberapa rumah sakit tak mengharuskan ibu pindah kamar. Sebab di situ tersedia ruangan yang bisa berfungsi ganda, sebagai ruang bersalin dan sebagai ruang rawat inap.

Alamat Klinik:
Permata Mansion
Blok EE 3 No. 5 Sawangan - Depok
081298215588(SMS)
Follow us twitter @BidanGemilang

Selasa, 12 November 2013

Tanda-tanda kehamilan


Kehamilan tidak melulu ditandai oleh terlambatnya haid atau makin gendutnya perut. Masih ada tanda-tanda lainnya, lho .


Bercak merah jambu
·        Umumnya terjadi sekitar 8-10 hari setelah ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur). Terjadi karena benih tertanam (implantasi) di lapisan uterus (rahim).
·        Tidak seperti haid, bercak ini biasanya sedikit. Datangnya pun lebih awal ketimbang jadwal haid Anda.

Payudara berubah
·        Payudara dan puting jadi lebih lembut sekitar tiga minggu setelah pembuahan terjadi (ketika haid terlambat sekitar seminggu).
·        Kadang-kadang payudara terasa membengkak, mirip yang Anda rasakan menjelang haid. Membesarnya payudara ini karena kelenjar-kelenjar air susu membesar dan "menabung" lemak sebagai persiapan menyusui.
·        Puting payudara dan daerah sekitarnya berwarna lebih gelap.

Kram perut
·        Sering juga terasa pada awal kehamilan, serta akan terus berlangsung sampai letak uterus mapan di tengah dan disangga dengan baik oleh tulang panggul (pada trimester ke-2).
·        Kontraksi rahim sering terjadi secara teratur, seiring dengan meningkatnya olahraga yang Anda lakukan selama hamil, orgasme yang terjadi ketika berhubungan intim, atau karena perubahan posisi dari tidur ke berdiri.

Sering buang air kecil
·        Begitu haid terlambat 1-2 minggu, biasanya ada dorongan untuk buang air kecil. Hal ini terjadi karena meningkatnya sirkulasi darah ketika hamil dan tekanan pada saluran kemih akibat membesarnya uterus.
·        Jangan batasi asupan cairan. Biarpun sering ke belakang, Anda harus tetap banyak minum agar tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

Sembelit
·        Ekstra hormon yang terbentuk selama kehamilan akan menyebabkan usus lebih relaks bekerja, namun kurang efisien, sehingga dorongan untuk mengeluarkan sisa kotoran pun agak terhambat.

Ngidam atau ngemil
·        Sejak awal kehamilan, dorongan untuk ngemil atau makan makanan tertentu (ngidam) sering muncul pada orang tertentu.
·        Kebutuhan untuk ngemil mungkin saja muncul karena kebutuhan tubuh untuk makan sedikit demi sedikit namun sering.

Mual dan muntah
·        Tanda-tanda ini lazim disebut morning sickness. Padahal, kondisi yang dirasakan oleh sekitar 50% ibuhamil ini, bisa muncul kapan saja, bukan cuma di pagi hari.
·        Bisa terpicu hanya karena mencium bau makanan atau parfum tertentu (yang pada kondisi normal tidak membuat mual). Hal ini terjadi karena perubahan hormon dalam tubuh.
·        Biasanya, hanya berlangsung selama 3 bulan pertama kehamilan, dan berhenti begitu masuk bulan ke-4.

Meningkatnya suhu tubuh
·        Terjadi seminggu setelah pembuahan, ketika hasil pembuahan bersemayam di rahim.


Alamat Klinik:
Permata Mansion
Blok EE 3 No. 5 Sawangan - Depok
081298215588(SMS)
Follow us twitter @BidanGemilang

Tanda-tanda kehamilan


Kehamilan tidak melulu ditandai oleh terlambatnya haid atau makin gendutnya perut. Masih ada tanda-tanda lainnya, lho .


Bercak merah jambu
·        Umumnya terjadi sekitar 8-10 hari setelah ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur). Terjadi karena benih tertanam (implantasi) di lapisan uterus (rahim).
·        Tidak seperti haid, bercak ini biasanya sedikit. Datangnya pun lebih awal ketimbang jadwal haid Anda.

Payudara berubah
·        Payudara dan puting jadi lebih lembut sekitar tiga minggu setelah pembuahan terjadi (ketika haid terlambat sekitar seminggu).
·        Kadang-kadang payudara terasa membengkak, mirip yang Anda rasakan menjelang haid. Membesarnya payudara ini karena kelenjar-kelenjar air susu membesar dan "menabung" lemak sebagai persiapan menyusui.
·        Puting payudara dan daerah sekitarnya berwarna lebih gelap.

Kram perut
·        Sering juga terasa pada awal kehamilan, serta akan terus berlangsung sampai letak uterus mapan di tengah dan disangga dengan baik oleh tulang panggul (pada trimester ke-2).
·        Kontraksi rahim sering terjadi secara teratur, seiring dengan meningkatnya olahraga yang Anda lakukan selama hamil, orgasme yang terjadi ketika berhubungan intim, atau karena perubahan posisi dari tidur ke berdiri.

Sering buang air kecil
·        Begitu haid terlambat 1-2 minggu, biasanya ada dorongan untuk buang air kecil. Hal ini terjadi karena meningkatnya sirkulasi darah ketika hamil dan tekanan pada saluran kemih akibat membesarnya uterus.
·        Jangan batasi asupan cairan. Biarpun sering ke belakang, Anda harus tetap banyak minum agar tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

Sembelit
·        Ekstra hormon yang terbentuk selama kehamilan akan menyebabkan usus lebih relaks bekerja, namun kurang efisien, sehingga dorongan untuk mengeluarkan sisa kotoran pun agak terhambat.

Ngidam atau ngemil
·        Sejak awal kehamilan, dorongan untuk ngemil atau makan makanan tertentu (ngidam) sering muncul pada orang tertentu.
·        Kebutuhan untuk ngemil mungkin saja muncul karena kebutuhan tubuh untuk makan sedikit demi sedikit namun sering.

Mual dan muntah
·        Tanda-tanda ini lazim disebut morning sickness. Padahal, kondisi yang dirasakan oleh sekitar 50% ibuhamil ini, bisa muncul kapan saja, bukan cuma di pagi hari.
·        Bisa terpicu hanya karena mencium bau makanan atau parfum tertentu (yang pada kondisi normal tidak membuat mual). Hal ini terjadi karena perubahan hormon dalam tubuh.
·        Biasanya, hanya berlangsung selama 3 bulan pertama kehamilan, dan berhenti begitu masuk bulan ke-4.

Meningkatnya suhu tubuh
·        Terjadi seminggu setelah pembuahan, ketika hasil pembuahan bersemayam di rahim.


Alamat Klinik:
Permata Mansion
Blok EE 3 No. 5 Sawangan - Depok
081298215588(SMS)
Follow us twitter @BidanGemilang

Minggu, 10 November 2013

Mitos dan Fakta Tentang ASI




Setelah melahirkan, akan ada banyak nasehat tentang  ibu menyusui. Jangan telan bulat-bulat saat mendapat informasi atau mitos tentang ASI. Nasehat yang kurang tepat bisa jadi informasi yang menyesatkan. Simak mitos-mitos tentang menyusui dan lihat juga faktanya!

Mitos: Ibu yang minum ASI perahnya dapat memperbanyak ASInya.
Fakta: 
Memaksimalkan produksi ASI dengan cara meningkatkan frekuensi menyusui dan memerah ASI. Banyak sedikitnya ASI tergantung pada banyak sedikitnya ASI yang dikeluarkan dan dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu dan konsumsi makanan. Minum kembali ASI perah sama sekali tidak berhubungan dengan produksi ASI.

Mitos: Wanita dengan payudara kecil dan puting datar ASInya sedikit.
Fakta: Ukuran 
payudara tidak menentukan produksi ASI. Banyak tidaknya ASI  tergantung seberapa banyak kelenjar pembentuk air susu. Puting datar atau terbenam bukan berarti tidak dapat menyusui, karena bayi menyusu pada bagian areola payudara bukan pada puting. Posisi menyusu bayi yang tepat menjadi faktor keberhasilan pemberian ASI.

Mitos: Jika makan pedas, ASI akan berasa pedas.
Fakta: 
Apa yang dimakan ibu, akan dirasakan pula oleh bayi lewat ASI. Namun tidak 100% sama dengan makanan hanya  samar-samar  dan hanya bertahan paling lama 8 jam. Makanan pedas berisiko terhadap ibu itu sendiri, yaitu mengalami gangguan pencernaan seperti diare.  

Mitos: Saat ibu pulang bepergian, ASI harus dibuang dulu saat mau menyusui karena ASI bisa basi.
Fakta: ASI tidak pernah basi. Biasanya yang dimaksud dengan ASI lama atau basi adalah ASI yang berwarna kekuningan dan kental atau ASI yang berwarna putih keruh dan encer. Warna dan kejernihan ASI sangat tergantung bahan nutrisi yang terkandung didalamnya. Selain itu ASI dapat menyesuaikan dengan
 kebutuhan bayi akan ASI.

Mitos: ASI dapat menyembuhkan sakit mata.
Fakta: ASI tidak dapat sembuhkan 
sakit mata pada bayi. Pada bayi baru lahir sampai usia setidaknya 3 bulan, ada saluran air mata yang belum terbuka sehingga mata bayi berair dan belekan. Anda bisa membersihkan mata bayi dengan menggunakan kapas yang dicelupkan dalam air hangat, bukannya mengoleskan ASI ke mata bayi. 

Mitos: Jika ibu sakit, bayi bisa tertular penyakit ibu lewat ASI.
Fakta: 
Ibu yang sedang sakit flu misalnya, tidak akan menularkan sakitnya pada bayi lewat ASI karena ASI  mengandung antibodi yang bisa menghambat  virus maupun bakteri. Kecuali Anda terinfeksi virus HIV atau hepatitis. Dua contoh penyakit ini bisa ditularkan melalui ASI.

Mitos dan Fakta Tentang ASI




Setelah melahirkan, akan ada banyak nasehat tentang  ibu menyusui. Jangan telan bulat-bulat saat mendapat informasi atau mitos tentang ASI. Nasehat yang kurang tepat bisa jadi informasi yang menyesatkan. Simak mitos-mitos tentang menyusui dan lihat juga faktanya!

Mitos: Ibu yang minum ASI perahnya dapat memperbanyak ASInya.
Fakta: 
Memaksimalkan produksi ASI dengan cara meningkatkan frekuensi menyusui dan memerah ASI. Banyak sedikitnya ASI tergantung pada banyak sedikitnya ASI yang dikeluarkan dan dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu dan konsumsi makanan. Minum kembali ASI perah sama sekali tidak berhubungan dengan produksi ASI.

Mitos: Wanita dengan payudara kecil dan puting datar ASInya sedikit.
Fakta: Ukuran 
payudara tidak menentukan produksi ASI. Banyak tidaknya ASI  tergantung seberapa banyak kelenjar pembentuk air susu. Puting datar atau terbenam bukan berarti tidak dapat menyusui, karena bayi menyusu pada bagian areola payudara bukan pada puting. Posisi menyusu bayi yang tepat menjadi faktor keberhasilan pemberian ASI.

Mitos: Jika makan pedas, ASI akan berasa pedas.
Fakta: 
Apa yang dimakan ibu, akan dirasakan pula oleh bayi lewat ASI. Namun tidak 100% sama dengan makanan hanya  samar-samar  dan hanya bertahan paling lama 8 jam. Makanan pedas berisiko terhadap ibu itu sendiri, yaitu mengalami gangguan pencernaan seperti diare.  

Mitos: Saat ibu pulang bepergian, ASI harus dibuang dulu saat mau menyusui karena ASI bisa basi.
Fakta: ASI tidak pernah basi. Biasanya yang dimaksud dengan ASI lama atau basi adalah ASI yang berwarna kekuningan dan kental atau ASI yang berwarna putih keruh dan encer. Warna dan kejernihan ASI sangat tergantung bahan nutrisi yang terkandung didalamnya. Selain itu ASI dapat menyesuaikan dengan
 kebutuhan bayi akan ASI.

Mitos: ASI dapat menyembuhkan sakit mata.
Fakta: ASI tidak dapat sembuhkan 
sakit mata pada bayi. Pada bayi baru lahir sampai usia setidaknya 3 bulan, ada saluran air mata yang belum terbuka sehingga mata bayi berair dan belekan. Anda bisa membersihkan mata bayi dengan menggunakan kapas yang dicelupkan dalam air hangat, bukannya mengoleskan ASI ke mata bayi. 

Mitos: Jika ibu sakit, bayi bisa tertular penyakit ibu lewat ASI.
Fakta: 
Ibu yang sedang sakit flu misalnya, tidak akan menularkan sakitnya pada bayi lewat ASI karena ASI  mengandung antibodi yang bisa menghambat  virus maupun bakteri. Kecuali Anda terinfeksi virus HIV atau hepatitis. Dua contoh penyakit ini bisa ditularkan melalui ASI.