Rabu, 30 Oktober 2013

Ayam Panggang Lemon

 Ayam Panggang Lemon Ayahbunda.co.id

Ayam panggang lemon selain enak dan segar karena lemon yang digunakan, juga kaya akan protein, magnesium, dan kalsium.

Bahan
2 potong dada ayam tanpa tulang.
2 buah lemon, potong-potong.
150 gram kentang kecil (baby potato).
100 gram labu kuning, potong dadu.
1 sendok teh daun rosemary kering.

Rendaman
1 sendok makan dijon mustard.
1 buah lemon, peras.
6 sendok makan minyak zaitun.
2 sendok makan madu.
2 siung bawang putih, cincang kasar.

Cara membuat
1. Rendaman: Campur seluruh bahan menggunakan food processor.
2. Rendam ayam dengan bumbu rendaman selama 2 jam.
3. Panaskan oven hingga 200 derajat celcius.
4. Tempatkan ayam di dalam loyang pemanggang bersama lemon, kentang, labu. Taburkan rosemary secara merata. Panggang selama 1 jam hingga berwarna coklat keemasan.
5. Angkat ayam dari loyang, tempatkan dalam wadah dan bungkus dengan aluminium foil selama 10 menit. Sajikan.

Untuk 3 porsi

Nilai Gizi (per porsi):
Energi: 350 kilo kalori
Protein: 19 gram
Lemak: 22 gram
Karbohidrat: 19 gram

Kaya akan
-  Protein
-  Magnesium
-  Kalsium

Selasa, 29 Oktober 2013

Etika Jenguk Bayi


Agar si ibu dan bayi baru merasa nyaman, ada etika yang harus dipegang saat Anda menjenguk. Sehingga semua pun senang! 

Waktu menjenguk yang tepat. 1-2 minggu setelah ibu melahirkan, waktu yang tepat untuk menjenguk. Ibu punya waktu lebih untuk istirahat dan bonding dengan bayinya. Sebelum jenguk sebaiknya tanyakan kapan waktu tepat untuk berkunjung. Hindari datang pada jam-jam istirahat dan makan agar tidak merepotkan tuan rumah. Jangan pula datang terlalu pagi atau malam. Biasanya pada pagi hari, keluarga masih sibuk mengurusi bayidan  membereskan rumah. Sebaliknya jika terlalu malam, ibu dan bayi baru sedang istirahat.

Kado untuk bayi dan Ibu tentunya. Selain bawa kado untuk bayi, beri pula kado untuk ibu sebagai penghargaan keberhasilannya melewati masa kehamilan dan persalinan. Jika jenguk adalah anak kedua, jangan lupa juga kado untuk si kakak, agar dia tidak merasa cemburu. Dengan membawakannya kado, perasaan tersebut dapat diminimalisir.

“Mirip siapa ya?,” is a big no no. Pertanyaan seperti ini dapat menyinggung perasaan ibu baru yang terkadang sensitif. Wajah bayi baru berubah seiring dengan berjalannya waktu. Bagaimanapun, wajah anak pasti mirip bunda atau ayahnya. Jika tidak, mungkin mirip nenek atau kakeknya. Daripada bertanya mirip siapa, lebih baik Anda memuji, “Wah, bayinya lucu sekali!” atau “Pipinya menggemaskan, deh!” atau “Si adik ganteng, sama dengan kakaknya!”

Pastikan Anda sehat dan jangan lupa cuci tangan. Jika sedang sakit, tunggu hingga sehat baru menjenguk. Sebelum bersentuhan, cuci tangan lebih dulu agar terbebas dari kuman. Namun, akan lebih baik jika tidak bersentuhan langsung dengan bayi, cukup lihat dari kejauhan untuk menghindarinya terinfeksi kuman atau bakteri yang tak sengaja menempel pada tubuh atau pakaian Anda.

Selalu minta izin. Daya tahan tubuh bayi baru sangat rentan. Karena itu, tak semua orangtua suka saat bayinya digendong atau dicium orang lain. Pastikan Anda minta izin sebelum gendong atau cium bayi. Jangan tersinggung jika ibu tak mengizinkan. Berpikirlah positif, semua demi kesehatan dan kenyamanan bayi. Dan tempatkan diri Anda di posisi ibu tersebut.

Sebaiknya tidak bawa anak saat menjenguk. Balita yang aktif bergerak, berteriak-teriak, berbicara dengan suara kencang akan mengganggu kenyaman ibu dan bayi, terutama jika yang dijenguk bukan saudara dekat. Selain itu, membawa balita ke rumah sakit sebaiknya tidak dilakukan karena jika daya tahan tubuhnya sedang tidak baik, tubuhbalita bisa terinfeksi kuman dan penyakit yang ada di dalam rumah sakit.

Jangan memotret bayi tanpa izin orangtuanya. Jika Anda ingin mengabadikan wujud sibayi atau mengunggahnya ke laman social media, sebaiknya minta izin lebih dulu pada orangtuanya. Bagi sebagian orang, anak adalah privasi mereka yang artinya bunda dan ayahnya saja yang berhak mengabadikan foto ataupun “memamerkannya” pada orang lain.

Jangan beri komentar dan nasihat jika tidak diminta. Nasehat memang bermanfaat, namun jika terlalu banyak bisa membuat ibu baru merasa digurui, terintimidasi, bosan, diremehkan, hingga takut untuk sesuatu yang belum dilaluinya. Setiap ibu punya cara sendiri untuk mengurus buah hatinya. Selain itu, hati-hati memberi komentar. Hindari komentar seperti "Wah.. coba seandainya bayinya laki-laki" atau “Kok cesar sih, padahal kalau nggak cepat menyerah pasti bisa normal!”. Ingat, pandangan orang lain belum tentu sama dengan pendapat Anda dan komentar seperti itu dapat membuat ibu tersinggung dan tidak nyaman.

Menghargai privasi ibu. Sedekat apa pun hubungan Anda dengan si ibu, jangan memaksa untuk masuk ke dalam ruangan atau kamar jika ibu sedang menyusui atau isitirahat. Beri kesempatan pada ibu bila memang ia perlu waktu untuk merawat bayinya. Jika tampaknya ibu sedang sibuk mengurus bayinya, tidak usah berlama-lama bertamu agar ibu punya banyak waktu untuk merawat bayinya.

Tawarkan bantuan jika diperlukan. Jangan sungkan untuk menawarkan bantuan jika ibu terlihat kesulitan. Misalnya membantunya saat sulit bangun akibat rasa sakit bekas jahitan. Namun, hargai pula jika ibu menolak. Dalam hal ini, Andalah yang harus pintar membaca situasi, karena ibu baru memang cenderung sensitif perasaannya. 


Alamat Klinik:
Permata Mansion
Blok EE 3 No. 5 Sawangan - Depok
081298215588(SMS)
Follow us twitter @BidanGemilang

Manfaat Membedong Bayi


Membedong tidak bertujuan untuk meluruskan kaki bayi. Semua bayi baru lahir, kakinya tampak sedikit menekuk ke dalam karena selama 9 bulan berada dalam posisi meringkuk di dalam rahim. Namun, setelah lahir, kedua kaki bayiakan lurus dengan sendirinya tanpa dibedong. 

Manfaat bedong: 
·       Untuk mengatasirefleks kejut atau refleks moro yan bisa dialami bayi baru lahir.
Refleks kejut ini biasanya terjadi pada tidur tahapan tidur lelap (deep sleepy). Bayi seperti terkejut. Refleks kejut ini sering terjadi dan dapat menganggu tidurnya. Bedong membantu bayi mengatasi refleks kejut dan membuatnya segera tidur kembali karena ia merasa seperti dipeluk.
·       Membantu ibu untuk menyusui bayinya. Ada beberapa ibu yang pertama kali menyusui merasa kesulitan karena sibuk mencari posisi dan tekni menyusui yan benar sementara bayi juga mencari posisi dan teknik menyusu yang paling sesuai untuknya.
Seringkali bayi banyak bergerak untuk mencari posisi yang pas untuk menyusu, membuat ibu semakin sulit untuk menempatkannya dalam posisi yang benar dan nyaman. Dengan membedong, bayi akan relativ lebih tenang dan membuat proses belajat menyusui ini lebih lancar.
·       Untuk menenangkan bayi yang sedang kolik.
·       Bermanfaat mengurangi risiko terjadinya SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau kematian mendadak pada bayi saat tidur. Dengan membedongnya, bayi akan berada dalam posisi terlentang saat tidur.
Membantu bayi lebih tenang sehingga mudah tertidur.


Alamat Klinik:
Permata Mansion
Blok EE 3 No. 5 Sawangan - Depok
081298215588(SMS)
Follow us twitter @BidanGemilang

Senin, 28 Oktober 2013

Apel Ambrosia

Apel Ambrosia Ayahbunda.co.id


Apel segar, dicampur dengan susu dan beras, rasanya lezat dan mengenyangkan. Untuk usia 6-9 bulan

Bahan:
  • 1 buah apel Royal gala, kupas, buang tengahnya, potong kecil.
  • 25 gram tepung beras siap pakai.
  • 300 cc air.
  • 200 cc ASI atau 3 sendok takar susu formula dilarutkan dalam 200 cc air matang.

Cara membuat:
  1. Campur apel, tepung beras dan air. Masak di atas api sedang sambil diaduk dengan sendok kayu hingga mendidih dan apel matang. 
  2. Angkat . Setelah dingin haluskan dengan blender atau food processor. 
  3. Tuang dalam mangkuk kecil, tambahkan susu, aduk arta, sajikan. 
Untuk 2 porsi 

Bubur Kacang Merah

Bubur Kacang Merah  Ayahbunda.co.id


Makanan ini sumber protein nabati dan serat, teksturnya yang lembut setelah diolah mudah dicena bayi. Untuk usia 6-9 bulan. 

Bahan: 
150 gram kacang merah kalengan atau kacang merah segar. 
250 mililiter air untuk merebus.

Saus:
2 sendok teh vanilla bubuk.
40 gram maizena, cairkan. 
½ sendok teh gula.
150 ml air.

Cara membuat:
  1. Jerang air, rebus kacang merah hingga lunak, angkat, haluskan dengan blender.
  2. Saus: jerang air, masukkan vanilla bubuk, dan gula pasir. Masukkan maizena cair sedikit demi sedikit hingga mengental.
  3. Tuang bubur kacang ke dalam mangkuk, siram dengan saus vanilla.
Untuk 2 porsi.

Puding Labu Kuning

Puding Labu Kuning Ayahbunda.co.id


Tekstur puding yang lembut sangat cocok untuk makanan bayi usia 6-9 bulan. Di mana mulai masa pemberian makanan padat pertamanya. Seperti puding labu kuning berikut ini, ditambah susu, pasti akan menjadi makanan favorit bayi.

Bahan:
  • ½ bungkus agar-agar bubuk warna putih. 
  • 70 gram maizena, cairkan dengan sedikit air.
  • 70 gram labu kuning, rebus dan haluskan.
  • 250 cc air.
  • ½ sendok teh gula pasir.
  • 3 sendok makan susu bubuk.

Cara membuatnya:
  1. Rebus agar-agar dengan 250 cc air sambil diaduk.
  2. Tambahkan maizena cair labu halus dan gula. Aduk terus hingga mendidih di atas api sedang, lalu angkat. Tambahkan susu bubuk dan aduk rata.
  3. Tuang ke dalam cetakan kecil. Biarkan hingga mendingi, baru sajikan.

Untuk 2-3 porsi.

Puding Beras Merah

Puding Beras Merah Ayahbunda.co.id

Beras merah mengandung zat besi yang cukup tinggi dan vitamin B1, B6, juga B12. Dibuat puding sebagai MPASI, pasti jadi favorit bayi 9-12 bulan.

Bahan :

2 sendok teh agar-agar putih
200 ml air
50 gram beras merah
50 gram pepaya

Cara membuat :
  • Masak 2 sendok teh agar-agar putih dengan 200 ml air. Tambahkan 50 gram beras merah yang sudah dihaluskan. Didihkan.
  • Tuang dalam cetakan, biarkan dingin. Sajikan dengan 50 gram pepaya yang dihaluskan menjadi saus pepaya.


Untuk 2 porsi

Nilai Gizi (per porsi)
Energi : 99 kilo kalori
Protein: 2 gram
Lemak: 0.7 gram
Karbohidrat: 22.5 gram