Sabtu, 02 Mei 2015

PROSES PRODUKSI ASI


]

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa mengosongkan ASI dari payudara sama saja seperti menguras sungai mengalir. Sesuatu yang mustahil dilakukan. Karena ASI akan terus mengalir sementara ASI itu sendiri dikeluarkan. Nah supaya Busui (Ibu Menyusui) lebih yakin atau percaya diri atau PEDE dengan ASI-nya, yuk kita cari tahu gimana caranya ASI dibuat!
Proses laktasi (menyusui) timbul setelah ari-ari atau plasenta lepas. Plasenta mengandung hormon yang menghambat pembentukan ASI. Setelah plasenta lepas, hormon tersebut tidak ada lagi sehingga ASI pun keluar.
Nah, di samping ada gambar bagaimana proses produksi ASI, kita bahas satu persatu ya.

  • Setiap kali bayi menghisap, ia akan merangsang ujung syaraf di sekitar payudara. Rangsangan ini disalurkan ke otak dan merangsang kelenjar hipofisis bagian depan untuk memproduksi hormon prolaktin.
  • Prolaktin dialirkan ke pabrik ASI, merangsang sel-sel alveoli pembuat ASI untuk memproduksi ASI.
  • Semakin banyak ASI dikeluarkan dari payudara, semakin banyak produksi ASI. Semakin sering menyusui, semakin banyak produksi ASI.
  • Selain itu, hormon prolaktin akan menekan fungsi indung telur (Ovarium) sehingga menyusui secara eksklusif akan dapat memperlambat kembalinya fungsi kesuburan dan haid. Sehingga, menyusui secara eksklusif dapat menjarangkan kehamilan dan digunakan sebagai KB Alami.

Tahukah Bunda bahwa ASI di hari-hari pertama menyusui produksinya memang masih sedikit? Itu disebabkan karena memang ukuran lambung bayi yang baru lahir memang masih sangat kecil, kurang lebih sebesar buah cerry. Terkadang malah ada yang baru keluar di hari kedua atau ketiga. Selama bayi dinyatakan dalam keadaan sehat, tidak demam atau dehidrasi, Bunda tak perlu cemas, karena hal tersebut adalah normal. Produksi ASI sangat ditentukan dari berapa banyak ASI yang dikeluarkan (baik dengan cara disusui atau dipompa). Jadi, semakin rajin menyusui atau dikeluarkan, produksi ASI pun akan semakin berlimpah, begitu pula sebaliknya, jika jarang dikeluarkan, produksi pun akan berkurang.
Di minggu-minggu pertama, umumnya Bunda akan memproduksi ASI lebih dari kapasitas yang dibutuhkan bayi (terutama jika Bunda menyusui dengan baik). Di masa tersebut banyak Bunda merasakan rembesan ASI dan atau payudara terasa penuh atau bengkak. Kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Pada masa tersebut organ produksi ASI Bunda sedang dalam proses penyesuaian terhadap jumlah ASI yang dibutuhkan bayi.
Kemudian sekitar minggu ke-6 hingga bulan ke-3, kadar prolaktin yang tinggi akan mulai berkurang bertahap hingga akhir masa menyusui. Pada masa tersebut, payudara terasa tidak penuh, rembesan ASI berkurang, let down refleks (ASI mengalir) mulai tidak terasa, dan ASI yg dipompa atau diperah berkurang. Hal ini normal terjadi. Tapi bukan berarti produksi ASI Bunda berkurang.


Benarkah kandungan ASI berubah tiap menit? Mungkin belum banyak Bunda yang mengerti bahwa ASI selalu berubah dari waktu ke waktu. Di menit-menit awal menyusui, ASI kaya akan protein, rendah lemak, cenderung lebih “encer”. ASI ini berfungsi sebagai makanan pembuka atau penghilang haus. Dinamakan FOREMILK. Sedangkan di menit - menit terakhir ASI kaya akan lemak dan cenderung kental. ASI ini akan mengenyangkan bayi seperti makanan utama. ASI ini dinamakan HINDMILK.
Saat menyusui Bunda tidak dapat membedakan secara pasti antara foremilk dan hindmilk. Perubahan foremilk - hindmilk berlangsung secara amat perlahan. Menurut Penelitian Grup Peter Hartmann menyatakan bahwa makin kosong payudara, makin tinggi kandungan lemak dalam ASI. Apakah ASI dibuat sebelum disusui ke bayi atau sesudahnya? Satu hal yang pasti bahwa ASI diproduksi setiap saat. Termasuk juga sebelum, selama dan sesudah bayi menyusu. Diantara masa menyusu satu ke lainnya, ASI yg diproduksi akan disimpan dalam payudara ibu.
Volume ASI yg disimpan dalam payudara akan lebih banyak jika masa jeda menyusu berikutnya lebih lama. Jumlah ASI yang disimpan dalam payudara relatif bervariasi pada tiap ibu dan TIDAK ditentukan dari ukuran payudara (meski ukuran payudara dapat membatasi kapasitas gudang ASI). Beberapa ibu tidak memiliki ruang simpan yang banyak. Meski demikian ibu yang memiliki gudang ASI sedikit ataupun banyak sama - sama menghasilkan ASI yang cukup untuk bayi. Ibu yang memilki gudang ASI yang banyak relatif memilki jeda menyusui dengan waktu yang lebih lama dari ibu yang memiliki gudang ASI lebih sedikit.


Apakah ASI akan kosong dari payudara Bunda setelah bayi menyusu? Banyak orang berpikir bahwa cara kerja ASI sama seperti dispenser air. Begitu isinya kosong, maka ia perlu diisi ulang sebelum bayi menyusu lagi. Ini bukan cara kerja produksi ASI. ASI diproduksi setiap saat. ASI tidak akan pernah habis 100%, meski bayi telah menyusu pada payudara tersebut. Penelitian laktasi membuktikan, bayi tidak akan menghabiskan semua stok ASI pada payudara. Jumah ASI yang diminum tergantung dari nafsu makannya. Umumnya volume ASI yang diminum oleh bayi relatif berkisar 75-80% dari 100% stok ASI di payudara. Sederhananya, bayangkan ilustrasi berikut. Mengosongkan ASI dari payudara sama saja spt menguras sungai. Sesuatu yg mustahil dilakukan. Karena ASI akan terus mengalir sementara ASI itu sendiri dikeluarkan.
Riset laktasi juga menunjukkan bahwa makin kosong payudara, makin cepat payudara memproduksi ASI. Makin banyak dan sering bayi minum ASI, makin cepat ASI diproduksi. Jadi jangan berpikir menyusui, memompa memerah ASI itu seperti “minum air dari gelas dengan sedotan, begitu diminum akan berkurang dan kosong”. Tapi bayangkan jika kita minum air dari gelas dengan menggunakan sedotan. Kemudian di saat yang sama, air dituang secara perlahan ke dalam gelas itu. Makin cepat kita minum, makin cepat juga air dituang dalam gelas tersebut. Jadi kira-kira bisakah kita menghabiskan air dalam gelas tersebut? Tentu tidak kan?
Begitu juga ASI dibuat. ASI tidak akan pernah kering atau kosong dari payudara, meski bayi selesai menyusu. Banyak Bunda yang belum mengerti hal ini. Banyak juga Bunda yang merasa ASI perlu diisi ulang.  Akibatnya sering terjadi Bunda menunggu dulu sampai payudaranya terasa penuh baru disusui ke bayinya. Padahal hal ini dapat menyebabkan produksi ASI jadi lambat.
Nah sekarang jadi makin tahu kan bagaimana ASI di produksi, jadi ga ada lagi tuh istilah “ASI-nya kurang” karena ASI di produksi sesuai dengan kebutuhan. Happy Breastfeeding J
Diterjemahkan bebas dari artikel “Frequently Asked Questions about Milk Production”



PENYIMPANAN ASI PERAH


Haloooo AyBun, menyambung artikel yang sebelumnya, kali ini BundaNet akan bahas tentang penyimpanan ASIP (ASI Perah). Ini penting sekali, karena ASI yang sudah diperah akan terbuang sia-sia jika kita tidak mengetahui bagaimana cara penyimpanannya. Lalu bagaimana sih cara menyimpan ASIP? Dikulkas suhu berapa ASI bisa disimpan? ASI bisa bertahan berapa lama kalau di luar kulkas? Oke.. okee udah ga sabar yaaa? Yuk kita bahas yaa

Sebelumnya, coba kita ingat-ingat dulu manfaat dan tujuan dari memerah ASI yaa. Di hari-hari pertama melahirkan, memerah ASI biasanya perlu untuk mencegah atau mengurangi payudara yang bengkak. Selain itu memerah ASI di hari-hari pertama juga bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI jika bayi masih jarang menyusu. Setelah kegiatan menyusui berjalan lancar, produksi ASI akan sesuai dengan kebutuhan bayi, selama Bunda selalu menyusui sesuai keinginan bayi.
Baik Bunda yang bekerja diluar rumah atau Bunda yang secara full time untuk si baby dirumah sama sama penting untuk memerah ASInya. Kenapa? Kalau untuk Bunda yang bekerja diluar rumah, memerah ASI penting guna menjaga stok ASI untuk kebutuhan baby selama Bunda bekerja. Nah, Bunda yang full time merawat baby dirumah juga penting looh untuk memerah ASI juga. Loh untuk apa? Kan Bunda yang full time dirumah selalu ada disamping si baby. Yakiin? J
Seperti kita tahu, ASIP hanya diberikan ke baby kalau baby tidak bersama Bunda, Bunda tidak bisa menyusui atau bayi tidak bisa menyusu langsung. Bunda yang full time dirumah umumnya bisa selalu bersama baby ya. Kalaupun pergi-pergi, baby tentu diajak. Tapiii ada kalanya Bunda yang full time dirumah perlu pergi tanpa baby.
Contoh yang beberapa kali kami temui adalah Bunda yang full time dirumah pun tiba-tiba harus pergi tanpa bayi-nya dan butuh ASIP segera, misalnya Bunda harus nemenin anggota keluarga yang sakit di RS. Contoh lain yang pernah kami temui, Bunda yang full time dirumah tiba-tiba terkena cacar dengan lesi di payudara. Kondisi ‘dadakan’ seperti ini yang sering bikin Bunda stres dan sedih, sehingga pumping (memerah) menjadi sulit.
Nah, untuk itu baik Bunda yang bekerja dan Bunda yang full time sama-sama penting untuk memerah ASI. Oke, berikut ini kami berikan tabel Manajemen Penyimpanan ASI Perah untuk mempermudah Bunda dan keluarga ya, silahkan print dan tempelkan tabel ini di pintu kulkas penyimpanan ASIP agar semua anggota keluarga di rumah dan pengasuh baby bisa ikut paham.

PRINSIP DASAR MANAJEMEN ASIP
1.    Menyimpan ASIP dalam suhu dingin dapat meningkatkan daya tahan ASI.
2.    Perubahan suhu diusahakan tidak drastis
3.    Semakin sebentar waktu penyimpanan ASIP maka akan semakin baik kualitasnya

MANAJEMEN ASI PERAH

PENYIMPANAN ASI PERAH

SUHU
DAYA SIMPAN
ASI YANG BARU DIPERAH


Suhu Kamar
16 - 29°C
3-4 jam (Ideal). 6-8 jam jika ruangan tempat pompa bersih
Coolbox
15°C
24 jam
ASI Di Kulkas Bawah (Jangan letakkan dipintu ya, letakkan dibagian belakang)
ASI Yang Baru Di Perah
0 - 4°C
48-72 jam (Ideal). 5 – 6 hari jika ruangan tempat pompa bersih.


Jika ASI yang baru diperah lalu lupa di masukkan kedalam kulkas (masih di suhu kamar/ dari coolbox), daya simpannya bisa menurun.
ASI Yang Sudah Mencair
0 - 4°C
24 jam
ASI Di Freezer (Letakkan Di Bagian Belakang, Jangan Di Dekat Pintu, Jangan Dibekukan Ulang
Freezer
-17°C
6 bulan (Ideal). 12 bulan (Boleh)
*Tidak membedakan freezer dengan kulkas 1 pintu atau 2 pintu

*Sumber: The Academy of Breastfeeding Medicine Protocol, 2010

Kamis, 30 April 2015

KB ALAMI (METODE AMENORE LAKTASI)

Kita semua tentu sudah mengetahui bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Bundanet pun sudah sering membahas tentang banyaknya manfaat ASI bagi Bayi dan Bunda. Nah, kali ini Bundanet akan membahas tentang salah satu manfaat dari menyusui untuk Bunda, dimana dengan menyusui, seorang Bunda juga bisa ber-KB alami. Sudah kenalkah Bunda dengan salah satu metode ber-KB alami? Berikut akan dibahas mengenai Metode Amenore Laktasi (MAL).

Metode Amenore Laktasi (MAL) sebagai pilihan metode kontrasepsi atau pencegahan terhadap kehamilan yang mengandalkan proses menyusui. MAL terbukti 98% efektif dalam mencegah kehamilan pada ibu-ibu yang menyusui bayinya secara eksklusif segera setelah melahirkan, masih belum mengalami haid lagi setelah masa nifas (amenore) dan sebelum masa 6 bulan setelah melahirkan.
Namun, perlu diperhatikan kembali risiko terjadinya kehamilan akan meningkat bila terjadi penurunan frekuensi menyusui (terutama bila ibu tidak menyusui pada malam hari), bila sudah terjadi haid dan setelah masa 6 bulan setelah melahirkan.
Efektivitas MAL juga dapat menurun bila ibu tidak menyusui langsung bayinya secara teratur (misalnya pada ibu bekerja yang sekali-sekali harus memerah susunya dan memberikan susu dengan sendok atau botol atau pada ibu yang tidak menyusui bayinya pada malam hari karena waktu tidur bayi yang panjang pada malam hari), bila ibu memberikan minuman atau makanan tambahan meskipun sedikit pada bayinya, dan pada ibu serta bayi yang mengalami kegelisahan, stress atau sakit. Bagi Bunda yang ingin menggunakan MAL juga harus dilanjutkan dengan pemakaian kontrasepsi lainnya.

Cara Kerja
Cara kerja dari MAL ini adalah dengan menunda atau menekan ovulasi (pembuahan). Pada saat proses laktasi atau menyusuihormon yang berperan adalah prolaktin dan oksitosin. Semakin sering menyusui, maka kadar prolaktin meningkat dan hormon gonadotrophin melepaskan hormon penghambat (inhibitor). Hormon penghambat akan mengurangi kadar estrogen, sehingga tidak terjadi ovulasi.

Metode Amenorea Laktasi (MAL) memberikan manfaat kontrasepsi maupun non kontrasepsi.

Manfaat kontrasepsi dari MAL antara lain:
  1. Efektifitas tinggi (keberhasilan 98% pada enam bulan pascapersalinan).
  2. Dapat segera dimulai setelah melahirkan.
  3. Tidak memerlukan pengawasan medis.
  4. Tidak mengganggu senggama.
  5. Mudah digunakan.
  6. Tidak perlu biaya.
  7. Tidak menimbulkan efek samping sistemik.
  8. Tidak bertentangan dengan budaya maupun agama.

Manfaat non kontrasepsi dari MAL antara lain:
Untuk bayi
  1. Mendapatkan kekebalan pasif (mendapat antibodi perlindungan melalui ASI)
  2. Sumber asupan gizi yang terbaik dan sempurna untuk tumbuh kembang bayi yang optimal
  3. Terhindar dari keterpaparan terhadap kontaminasi air, susu formula atau alat minum yang dipakai.

Untuk ibu

  1. Mengurangi perdarahan post partum (setelah melahirkan).
  2. Mengurangi resiko anemia.
  3. Meningkatkan hubungan psikologi antara ibu dan bayi.

Keterbatasan
Selain memiliki manfaat, Metode Amenorea Laktasi (MAL) juga mempunyai keterbatasan antara lain:
  1. Memerlukan persiapan dimulai sejak kehamilan agar segera menyusui dalam 30 menit pasca persalinan.
  2. Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi sosial.
  3. Tidak melindungi dari penyakit menular seksual termasuk Hepatitis B ataupun HIV/AIDS.
  4. Efektivitas tinggi hanya sampai kembalinya haid atau sampai dengan 6 bulan


 
 









IBU BEKERJA DAN ASI EKSKLUSIF


Kita semua tentu tahu bahwa menyusui di Indonesia itu penuh tantangan dan perlu perjuangan. Menyusui memang relatif mudah dan praktis jika diberikan langsung dari payudara kepada bayi. Tetapi lain ceritanya jika ibu bekerja di luar rumah dan sudah harus aktif kembali segera setelah cuti melahirkan selesai, dan bayi masih diberikan ASI Eksklusif. Nah, apa saja yang perlu diperhatikan bagi Bunda yang menyusui namun harus kembali bekerja?

Hal yang paling baik adalah dengan membawa serta bayi ke tempat kerja, namun apabila hal tersebut dirasa tidak memungkinkan, Bunda bisa melakukan latihan “meninggalkan” bayi. Mulailah dengan latihan ninggalin bayi 1-2 jam. Jika berhasil, tingkatkan lamanya. Sampai bayi siap ditinggal Bunda kembali bekerja. Dalam ‘latihan’ ninggalin bayi ini jangan lupa latih dulu  orang yang akan mengasuh bayi Bunda, seperti latihan menyimpan, memanaskan dan memberikan ASIP (ASI Perah) ke bayi Bunda. Tempel cara dan lama menyimpan ASIP di pintu kulkas, agar mudah dilihat dan diingat oleh anggota keluarga dirumah.
Bagi Bunda bekerja yg menyusui, mulailah pumping (memerah) ASI jauh-jauh hari sebelum cuti berakhir kapanpun ada kesempatan. Walau hasilnya sedikit-sedikit, tp yang terpenting adalah “memberitahu” tubuh bahwa ASI dibutuhkan banyak dan sering. Hari ini pumping tiap 2 jam hasilnya cuma 10cc, besok-besok hasil pumping-an akan naik terus. Pecaya deh :)

Jaga stok ASIP agar tidak terjadi sistem kejar tayang. Latihan meninggalkan bayi bisa diawali dg Bunda ‘pergi’ 1-2 jam ke ruangan lain dirumah. Disitu Bunda bisa mengawasi apa yang sudah Bunda ajarkan ke pengasuh.
Latihan ninggalin bayi ini tidak hanya berguna untuk bayi dan pengasuhnya loh, latihan ini juga demi kesiapan mental Bunda yang akan lama berjauhan dengan bayinya kelak untuk kembali bekerja. Bunda pun jadi tenang bekerja di kantor. Ibu bekerja yang tetap menyusui memang butuh semangat luar biasa. Saat bosan melanda mari kita kembali ke alasan utama kita memerah ASI. Apa sajakah itu? Yang pasti meskipun kita tidak selalu bersama bayi kita,  kita tetap bisa memberikan ASI ke bayi kita. Selain itu untuk mempertahankan produksi ASI agar tidak menurun.

Memerah ASI dikantor tidak selamanya berjalan dengan lancar, adakalanya mungkin Bunda akan merasa lelah dan jenuh, namun saat jenuh melanda, Bunda bisa melihat foto-foto si baby atau berbagi pengalaman dan semangat kepada busui yang lainnya. Atau bayangkan si baby menyusu ke payudara Bunda langsung, bagaimana dia sangat tergantung kepada ASI Bunda. Kemudian, jadikan memerah ASI dikantor sebagai salah satu media melepas kejenuhan dari pekerjaan-pekerjaan atau media melepas kangen ke baby dirumah.
Selain itu, masalah yang sering di hadapi oleh Busui adalah hasil pumping yang tidak sesuai harapan, ini masalah sejuta umat tho? Kok belum bisa dapat ASIP dalam jumlah banyak yah? Padahal payudara udah bengkak bangettt. Anggapan bahwa saat terbaik untuk memerah hanya setelah payudara terasa penuh adalah salah satu mitos ASI yang paliiiing banyak dipercaya busui. Payudara penuh apalagi bengkak adalah inhibitor produksi ASI. Inget Bun: full breast > fast production; empty breast > slow production. Memang ASIP yang didapatkan akan banyak, tapi dampaknya tidak oke untuk keberlangsungan produksi ASI jangka panjang, apalagi untuk Bunda yang bekerja. Bekali diri dengan ilmu serba serbi menyusui, gunakan masa kehamilan dan cuti melahirkan untuk persiapan kembali bekerja yaa.

Semoga sedikit tips dari BundaNet bisa mencerahkan ya. Kalau ada Bunda yang ingin share tips mengatasi kejenuhan memerah ASI dikantor silahkan yaaa, itu akan sangat berguna sekali untuk Bunda-Bunda yang lain.

FEVER PHOBIA


Apa itu fever phobia? Jenis penyakit apa lagi itu? Tak dapat disangkal, demam pada anak adalah keadaan yang hampir selalu menjadikan orangtua terutama Bunda, merasa ketakutan. Ketakutan ini seringkali berlebihan sehingga baru beberapa jam demam saja, anak langsung di bawa ke unit gawat darurat, tempat praktek dokter ataupun poliklinik. Tak jarang pula Bunda bahkan langsung memberikan antibiotik sendiri pada hari pertama anak demam. Kondisi ketakutan seperti inilah yang dinamakan fever phobia.

Padahal, demam itu bukan sebuah penyakit loh. Demam justru merupakan cara tubuh untuk melawan penyakit atau infeksi virus. Demam biasanya terjadi akibat tubuh terpapar infeksi microorganisme (virus, bakteri, dan parasit). Demam juga bisa di sebabkan oleh faktor non infeksi seperti kompleks imun atau inflamasi (peradangan) lainnya. Ketika virus atau bakteri itu masuk kedalam tubuh, berbagai jenis sel darah putih atau leukosit melepaskan zat penyebab demam.
Ketika sel darah putih menyerang virus, dia ga bisa sendirian, dia akan bawa banyak pasukan, termasuk pirogen. Pirogen ini tugasnya ada 2, yang pertama dia mengerahkan sel darah putih ke lokasi infeksi. Yang kedua, dia timbulkan panas atau demam, itu karena virus ga tahan sama suhu tinggi, tapi dia suka sama suhu rendah. Demam sebenarnya sesuatu yang menguntungkan bagi tubuh anak, karena demam terbukti meningkatkan aktivitas kekebalan tubuh (antibodi) atau zat kekebalan tubuh bereaksi melawan microorganisme yang masuk ke dalam tubuh.
Sebuah penelitian  terhadap anak-anak demam yang diduga karena virus, menunjukkan bahwa obat demam tidak mengurangi lamanya demam dan tidak menghilangkan gejala-gejala yang terkait. Namun demikian, obat demam membuat anak lebih nyaman (pain killer). Jadi selama infeksinya belum tuntas, pasti masih demam, meski sudah diberi obat penurun panas.
Ada baiknya orangtua tidak serta merta langsung memberikan obat penurun panas apalagi antibiotik saat anak mengalami demam. Tangani dulu penyebabnya, bukan demamnya. Jadi, gejala demam tidak perlu terlalu ditakuti oleh orangtua karena demam itu sendiri sebenarnya menguntungkan tubuh. Tindakan yang paling tepat bukanlah berupaya menurunkan demam secepat mungkin, tetapi justru mencari penyebab demam.
Lalu, apa yang harus dilakukan pertama kali saat buah hati mengalami demam?

LAKUKAN INI SAAT ANAK DEMAM

  • Berikan ASI atau minum yang banyak untuk mencegah dehidrasi. Demam menyebabkan kehilangan cairan tubuh yang cukup banyak pada anak.
  • Pada bayi yang demam, lakukan skin to skin contact (seperti IMD) pada Bunda atau Ayahnya. Masih inget manfaat IMD kan? Jika suhu tubuh bayi meningkat, maka secara otomatis suhu tubuh Bunda nya akan turun, begitupula sebaliknya.
  • Kompres anak dengan air hangat, jangan dengan air dingin karena akan menyebabkan anak menggigil dan jangan pula dengan alkohol.
  • Kenakan baju yang tipis atau selimut yang tipis untuk mempermudah lepasnya panas dari tubuh.
  • Usahakan suhu ruangan yang nyaman.
  • Bila ada muntah atau diare, jangan lupa berikan oralit. Lebih baik tidak memberikan cairan isotonik yang diperuntukkan bagi orang dewasa.
  • Usahakan anak dapat beristirahat dengan nyaman. 

Segera mencari pertolongan dokter bila ada tanda-tanda waspada atau gawat darurat seperti yang tertera di bawah ini.

KAPAN ANAK DEMAM DIBAWA KE DOKTER?
·         Bayi berusia dibawah 3 bulan dengan suhu tubuh sama dengan atau diatas 38° Celcius.
·         Bayi berusia 3-6 bulan dengan suhu tubuh sama dengan atau diatas 38,5° Celcius.
·         Bayi berusia lebih dari 6 bulan dengan suhu tubuh sama dengan atau diatas 40° Celcius.
·         Kondisi anak memburuk, lemas, tidur terus-menerus, dan sulit dibangunkan.